Chapter 18 : Pola

674 18 0
                                        

Tas gandong yang biasanya bertengger di punggung kini ia arahkan ke depan untuk menutupi bajunya yang basah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tas gandong yang biasanya bertengger di punggung kini ia arahkan ke depan untuk menutupi bajunya yang basah.

Dan bersama dengan dingin yang terus menyapu kulit perasaan gelisah pun juga semakin menyelimuti hati Shasyania tatkala ia semakin mendekat ke arah pintu rumah.

"Sha, loh Nak kok kamu basah kuyup begini? kamu kenapa, Sha? Ibu rasa hari ini tidak turun hujan," ungkap Liliana dengan raut wajah cemas.

"Itu tadi Bu, mhhh karena.... Oh ya, tadi temen Shasya ada yang ulang tahun, Buk," sahutnya terbata-bata.

"Kok sampai basah-basahan kayak gini? kamu gak lagi bohongin Ibu kan, Nak?" merasa alasan putrinya kurang dapat di percaya membuat Liliana terus bertanya.

"Enggak kok, Buk," elaknya sekali lagi.

"Yasudah, sana cepat masuk, Ibu siapkan air hangat dan juga teh jahe."

"Iya Buk, makasi."

🍁🍁🍁

Langit menggelap bahkan kebisingan kota pun perlahan senyap, dan tepat di pukul satu malam Shasyania terjaga akibat dahaga, namun belum sempat gadis itu menuju dapur terlebih dahulu ia melirik kearah kamar sang Ibu yang lampunya masih menyala

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit menggelap bahkan kebisingan kota pun perlahan senyap, dan tepat di pukul satu malam Shasyania terjaga akibat dahaga, namun belum sempat gadis itu menuju dapur terlebih dahulu ia melirik kearah kamar sang Ibu yang lampunya masih menyala.

"Ibu kok belum tidur?" gumamnya.

Berbekal rasa penasaran Shasyania membuka pintu tersebut, ia tertegun menatap ibunya, "Buk, Ibu sedang apa?" tanyanya, ketika melihat sang Ibu memegangi sepatu yang ia yakini adalah miliknya.

"Kenapa kamu belum tidur, Sha? ini sudah larut malam bukannya besok kamu sekolah?" ucap Liliana balik bertanya.

"Shasya bangun karena haus, Buk, terus pas lihat lampu kamar Ibu masih nyala Shasya ke sini," jelas Shasyania sambil duduk di sisi kasur, "ini, ngapain Ibu jahit?" imbuhnya bertanya.

"Sini coba kamu perhatiin, lem yang kamu taruh tadi sore kurang melekat, nak! kalau kamu pakai sepatu ini besok, alasnya pasti akan lepas," jelas Liliana memperlihatkan alas sepatu yang memang terlihat sudah renggang tersebut, "makanya Ibu jahit, biar lebih kuat!"

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang