Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
"Sudah aku bilang dari awal itu bukanlah keputusan yang tepat!" seru Deron membelakangi Zivanna, satu tangannya memegangi kening dan satunya lagi bertopang pada kursi. Ini perdebatan yang akan menguras emosi.
"Honey semua yang aku lakukan itu bukan tanpa sebab, aku lakukan itu untuk kebaikan putra kita Nevan! coba liat sekarang, kita jadi lebih tahu bahwa kenyataanya Nevan dia belum sepenuhnya sembuh! luka masa lalu, trauma, rasa bersalah semuanya belum hilang, dia masih menyimpannya! sampai kapan? Lalu bagaimana dia bisa memulai sesuatu yang baru? aku tidak mau dia gegabah, apalagi hidup dalam penyesalan karena itu melibatkan Dokter Jenni merupakan keputusan yang tepat, kita jadinya semakin tahu tentang kondisi Nevan!"
"Tidak, menurut ku ini akan menjadi semakin rumit sesuatu yang tidak perlu di ungkit tidak seharusnya kamu paksa kembali, Zivanna!"
"Aku hanya membantu Nevan agar dia lebih menyadari apa yang sebenarnya ia butuhkan!"
Deron mengusap wajahnya gusar, dua pemikiran berbeda yang kembali hadir diantara mereka keduanya berseteru, ini akan sulit untuk di samakan.
"Zivanna tolong, apa tidak cukup kamu percaya ucapan putramu? Kenapa harus memanggil Dokter Jenni, apa kamu pikir dengan keadaan sekarang jadi lebih baik? melihat Nevan diam termenung sebagai seorang ayah hatiku hancur! Luka akan selalu memiliki bekas tapi bukan berarti itu tidak dapat sembuh, mengoreknya bukanlah hal yang tepat! Tolong pahami itu!"
Setiap ucapan yang terlontar dari mulut Deron seperti sayatan di hati Zivanna, keputusannya mempertemukan Nevan dengan Dokter Jenni yang notabenenya pernah menjadi psikolog untuk menyembuhkan trauma Nevan ternyata menjadi pemantik perdebatannya bersama sang suami. Terlebih lagi saat Zivanna mengatakan bahwa ia berkeinginan untuk menjalin bisnis dengan rival mereka yakni Zeicqueen.
"Hentikan cukup! jangan lupa dulu kita hampir kehilangan Nevan karena perasaan bersalahnya! Jadi jika kamu masih menghormati aku sebagai suamimu, maka hentikan ini!"
Pandangan Deron lurus tanpa melirik Zivanna, seperti enggan untuk mendengar sanggahan bahkan sekarang Deron melenggang pergi meninggalkan rumah untuk menuju kediaman utama Eldione.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tuan Deron!" seru salah satu pelayan yang langsung berlari menghampirinya.
"Ada apa? kenapa?"
"Tuan muda, saaaa... sayaa mendengar ada teriakkan dari arah kamarnya!"
Tanpa pikir panjang Deron berlari menuju lantai dua dan saat berada di depan kamar Nevan pintunya terbuka namun dengan keadaan gelap gulita.
"Nevan? Nevan?" mata Deron membulat sempurna ketika mendapati anaknya meringkuk bersama keringat dingin yang membasahi wajah.
"Nevaaaaan!"
Sebesar apapun seorang anak akan selalu menjadi sosok yang perlu dilindungi, Deron memeluk putranya erat, tepukan ringan ia berikan berharap Nevan lebih tenang.