Chapter 47 : Pawangnya?

580 8 0
                                        

"Ini yang kesepuluh!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini yang kesepuluh!"

Mereka begitu kompak, Shasyania bertugas membuat lobang menggunakan cangkul kecil dan Nevan sendiri sebagai si tukang tanam, silih berganti benar-benar sehati.

"Selanjutnya sebelah sana!" ucap Shasyania, Nevan yang menyadari betapa semangat rekannya dibuat tersenyum sampai di detik berikutnya mulai terbesit sesuatu yang jahil.

"Tunggu! jangan bergerak!"

"Kenapa?" alis Shasyania mengernyit, ditambah isyarat yang Nevan berikan itu semakin membuat Shasyania menduga-duga.

"Geonevaan!" cicitnya.

"Tetap diam!"

Deg!

"Geonevan, tolong mendekat!"

Tring!

Selayaknya memenangkan sebuah jackpot Nevan senang saat berhasil mengerjai gadis di hadapannya.

"Ngapain?"

"Iiiitu... udah ilang belum?"

"Itu apanya, Shasyaa? gue gak paham lo lagi ngomongin apa."

"Ituuuu ci...cak nyaaa!"

"Ahh cicak?" senyum di kulum, Shasyania perlahan sadar jika dirinya tengah dikerjai.

"Jadi, kamu?"

"Ahahaha! sorry, gue aahaha!"

"Gak lucu, Geonevan!"

"Ahaha maaf! tapi tadi itu lucu, sih ahaha!"

Ketika Shasyania menjauh Nevan dengan sigap menghadang ada raut bersalah diwajahnya saat membuat gadis itu takut.

"Shaa, maaf! bercanda gue kele__" penjelasannya terpotong terlebih lagi saat menyadari jika tangan yang ia pegang terasa bergetar, "Shasyania?" lirihnya.

"Jangan bercanda tentang hal itu lagi, Geonevan, aku mohon, aku tidak tahan dengan hal yang berhubungan dengan binatang itu," bahkan untuk menyampaikan kejujurannya Shasyania seakan harus mengumpulkan keberanian, bukan sekedar takut ini tentang sekelebat puzzle ingatan yang juga mulai terputar samar di memori ingatannya.

🍂🍂🍂

"Ibu senang sekali karena ini adalah aksi pertama kita dengan anggota lengkap! dan Ibu juga berterimakasih atas kehadiran kalian semua terkhusus untuk dua perwakilan baru kita, Geonevan dan juga Shasyania!" ucap Bu Dayu saat semua anak didiknya berkumpul di titik yang telah ditentukan.

"Nah, karena kegiatan pertama sudah selesai maka sekarang waktunya beristirahat! tapi jangan jauh-jauh, selalu ingat siapa saja temen kalian yang belum berkumpul! absennya jangan sampai lupa!" seru Bu Dayu yang langsung memberi anak didiknya waktu tanpa harus diawasi.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang