Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
"Van, kita bukan lagi lomba makan! Lama ini gak sebentar, ayo ikut! masak lo mau nungguin di sini? Nolongin orang jangan setengah-setengah, Nevan!" segala bujuk rayu dilontarkan Dariel agar Nevan setuju, laki-laki yang dikenal kaku untuk tetap pada pendiriannya, "ngapain nungguin lama, cobak?"
Gayung bersambut, Nevan ikut masuk mengikuti yang lain dan memesan makanan dari menu yang telah disediakan.
"Bestnya apa di sini, Riel? maklum pertama kali gue!" bersama mata menyipit Ririn bertanya tangannya asik membolak-balikkan buku menu, bingung memilih sesuatu sampai mencari gambar dengan simbol bintang.
"Gak ada yang mengecewakan di sini! coba aja pesen dulu, bila perlu semua, asal beneran habis!"
"Nah cakep! gue suka gaya lo, Riel!" seru Neita, ini yang ia suka memborong, bahkan dua jempol tangannya sudah mengudara, "Shaa, lo udah?" fokusnya teralih pada gadis disampingnya.
"Belum Nit, kayaknya ini enak deh, aku pesen ini! Eh atau yang ini aja yaa?"
Ikut menimang, Shasyania membaca setiap ingredient aksi itupun tidak luput dari pandangan seseorang sampai sebuah suara membuat Shasyania menatap kearah depan.
"Yang di tunjuk pertama itu paling enak. Coba aja," Nevan dialah orangnya, suaranya terdengar lembut mendayu, laki-laki yang biasanya tidak suka ikut campur tapi kali ini, dia berbeda.
"Yang ini?"
"Iyaa, udangnya fress, saosnya juga enak, suka pedes?"
"Omg! ini beneran Geonevan yang ngajak Shasyania ngomong? Gue gak salah denger kan, Rin?"
"Ssst, jangan keras-keras!" mungkin seperti itu kata yang ingin Ririn sampaikan pada Neita karena mulutnya bergerak tanpa suara.
"Iyaa, lumayan suka pedes, mhhh pesen yang ini juga yaa."
"Itu juga enak."
Andai bisa berteriak maka itulah yang ingin Neita dan Ririn lakukan saat ini, tapi tak elok rasanya jika harus mendapat tatapan mengganggu dari orang-orang sekitar, tapi mau bagaimana lagi interaksi dari dua orang yang ingin mereka satukan begitu sukses membuat duo mak comblang dadakan itu senang bukan kepalang, seperti mendapat celah untuk misi yang tengah mereka emban.
"Mantul!"
🍁🍁🍁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Thanks my broo! mau ik___"
"Gak usah basa-basi! Turun lo!"
"Waduh galak amat abang Nevan ini, iya-iya gue turun!" Dariel tertawa geli sembari memberi salam perdamaian,
"Bro gue satu ini emang baik, bisa diandalkan!" kembali menggoda bahkan dengan pandangan mata yang beralih menatap seseorang di kursi penumpang bagian belakang.