Chapter 69 : Terbalut sempurna

221 5 0
                                        

Semesta, menyimpan sejuta cerita yang tak masuk dalam logika, tidak bisa di ukur tidak juga dapat di kira, kata siap tidak pernah ditunggu, kadang poros waktunya terasa mendukung meskipun tidak terurai.

Semesta, ia menarik seseorang pada keinginan yang tak terucap begitu agung caranya bekerja tak perlu ditantang cukup dipahami. Semesta dengan segala isinya, ia mendengar meskipun seringkali datang di keadaan terlambat.

Dia dengan segala yang ada di dalamnya akan selalu menawarkan keindahan, keindahan bersyarat yang memiliki harga pada akhirnya

Perasaan ingin menjaga dan memberi sebagai bentuk dari rasa kasih sayang adalah hal yang paling sering ditorehkan oleh seorang ibu pada anaknya, begitupun Zivanna, ia tidak ingin Nevan hidup dengan keterpaksaan, sesuatu harus digerakkan sebelum di ambil.

"Nevan?"

Yang di panggil menoleh, biasanya Zivanna akan langsung mengutarakan maksud tanpa memberi jeda pada ucapannya. Pertanda jika apa yang akan disampaikannya telah mengusik benak Zivanna penuh pertimbangan.

"Akhir pekan ini Mommy ada perjalanan bisnis ke kota B, Mommy mau kamu ikut," ajak Zivanna di akhir sesi makannya bersama sang putra tunggal.

Nevan mengernyit masih mencerna, yaa memang bukan hal baru lagi bagi seorang Geonevan ketika dirinya ikut andil dalam pengambilan keputusan perusahaan, namun dalam dunia stylish, dunia yang membesarkan nama Zivanna ini pertamakali Nevan dilibatkan.

"Mom, apa yang aku dapat?" tanyanya menantang, Nevan harus tahu jelas agar kedatangannya bukan sekedar untuk meramaikan suasana.

"Apapun yang ada di sana, apapun akan Mommy usahakan untukmu!" tegas wanita penuh karisma itu sembari tersenyum tipis, "jadi bagaimana, tertarik?"

Nevan tertawa namun terkesan di tahan, ia belum menjawab namun justru sibuk mengelap tangannya pelan. Seperti sengaja mengulur waktu, jelas itu membuat Zivanna habis kesabaran.

"Kenapa, Mom? ada apa?" setelah mulut itu terbuka bukannya menjawab Nevan malah menumpuk pertanyaan dengan pertanyaan.

"Kamu bisa anggap sebagai liburan."

"Momm, katakan aku akan jawab semuanya," Nevan terlihat santai bahkan setelah meneguk habis minuman dihadapannya mata itu kembali menatap Zivanna memberi isyarat agar sang ibu membuka suara.

Zivanna sedikit mendekat kedua siku ia naikkan ke atas meja, menautkan ruas jarinya sambil berbicara, "Mommy ingin menjalin kerja sama dengan Meiriam, kebetulan sekali dia juga menanyakan kamu Nevan, jadi sekalian saja."

Nevan mengangguk paham atas ucapan Zivanna barusan namun dari ekspresi ia seperti tidak mengandung penerimaan atas ajakan ibunya.

"Momm, menurutku beberapa hal memang seharusnya terlihat saling menjatuhkan agar persaingan diantara keduanya menjadi daya tarik, jika tiba-tiba akur, nilainya tidak akan sama lagi."

Ucapan Nevan bermakna menentang keinginan Zivanna yang ingin bekerjasama dengan rivalnya, dua brand teratas di negeri ini, tidak hanya dari segi hiburan dari segala aspek pun mereka saling menunjukan tajinya. Si paling utama Zeicqueen dan Eldione dua nama keluarga yang begitu tersohor bersama bisnis menggurita dan sesuai data terbaru Zeicqueen masih menjadi yang terunggul.

"Nevan...."

"Perjalanan bisnis yang Mommy katakan tadi aku tahu itu cuma akal-akalan saja."

Zivanna terdiam, menutupi sesuatu dari Nevan masih terasa paling menyulitkan, "Apa salahnya kita bertemu dengan mereka?"

"Aku tidak mengatakan itu salah, karena memang tidak ada yang salah dari pertemuan itu, hanya saja kalau Mommy ingin aku bergabung, aku tidak bisa!"

"Tidak, kamu harus ikut, sekarang ini perintah!" tuntut Zivanna, "Nevan, bagaimana Mommy bisa percaya jika kamu ini sudah berdamai dengan masa lalu mu itu? Sikap dan penolakan kamu barusan itu saja sudah cukup membuktikan semua, kamu menghindar dari Ziaa, tapi jika Mommy salah maka buktikan, ikut dengan Mommy pekan ini, kita bertemu dengan keluarganya!" Zivanna sudah kepalang tanggung hingga menyinggung langsung ke intinya.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang