Pagi ini Nevan datang menemui Shasyania, untung saja langit merestui bersama tanda cerah yang diperlihatkan di atas sana tidak mendung tidak pula hujan deras seperti kemarin, kini kedua remaja itu bisa menikmati hari berdua berlibur bersama.
"Geonevan, tunggu."
"Ada yang ketinggalan?"
"Sini duduk dulu," Shasyania menggenggam menuntun tangan Nevan untuk masuk ke dalam rumahnya, ia mendudukkan laki-laki itu di ruang tamu.
Tidak ada pertanyaan lebih tidak juga mengutarakan ketidaknyamanan, apalagi gestur menolak karena Nevan hanya diam anteng menunggu apa gerangan yang akan gadisnya lakukan, manik matanya mengunci saat memperhatikan tangan Shasyania mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk tabung dari dalam tasnya.
Mereka duduk bersampingan dan di situasi itu pula Shasyania bergerak memegang wajah Nevan agar mengarah padanya.
"Lagi suka begadang yaa? atau main game?" tanyanya ingin tahu, jemarinya mengoleskan sebuah cream di area kantung mata Nevan.
"Enggak kok, orang selesai telfonan sama kamu aku langsung tidur sayang. Tapi... memang akhir-akhir ini aku sering kebangun malamnya."
Sejenak Shasyania menghentikan aktivitasnya untuk melirik Nevan, "Karna apa? lagi ada yang dipikirin?"
Nevan tersenyum tipis tangannya sejenak menyentuh dahi, "Mhhh enggak," jawabnya lalu dilanjutkan dengan gombalan ringan, "ohh mungkin karena aku terlalu kangen sama kamu kali yaa," guraunya.
Tatapan mata Shasyania menyipit ia selalu saja terjebak dengan untaian kata yang diucapkan Nevan, ingin rasanya menahan untuk tidak tersipu.
"Emangnya kalau udah kebangun gitu gak bisa lanjut tidur lagi?" tanyanya kembali.
"Bisa, cuma gak langsung sayang, jadinya aku main game, hehe." Nevan mengarahkan pandangannya ke atas saat jemari Shasyania bergerak lembut di area bawah matanya.
"Pantesan, ini kamu kelihatan kayak orang kurang tidur tahu."
"Kelihatan banget?"
"Iyaa, eh jangan, jangan di pegang dulu," pinta Shasyania saat menghentikan tangan Nevan yang berusaha untuk menyentuh area yang sudah Shasyania oleskan cream.
"Dingin tapi berasa seger, apa ini yank?"
"Pelembab, biar mata lelah kamu gak kelihatan!"
"Ahaha mata lelah, yaudah tutupi biar gak kelihatan ngantukan lagi, tapi aku masih tampan kan di mata kamu?"
"Ihh Geonevan, serius! jangan jadi kebiasaan entar berpengaruh loh sama kesehatan kamu, mhh?"
"Iyaa sayang iyaaa," jawab Nevan yang sudah kedapatan membenarkan posisi duduknya untuk semakin mendekat, kedua tangannya bahkan telah mengait di pinggang Shasyania, "Ibu pulang jam barapa?"
"Ibu tadi berangkat pagi palingan sore baru pulang. Kenapa?"
"Mau nyium anak gadisnya."
Kali ini tidak dapat lagi ia sembunyikan muka Shasyania mendadak bersemu merah, ia tidak menyangka Nevan begitu lugas untuk mengatakan hal tersebut.
"Yaudah kalau gak mau, mhh peluk aja kalau gitu," seru Nevan tapi setelahnya tangan Shasyania langsung bergerak menggantung di lehernya.
Keduanya saling menatap inten seakan semua yang ada di dalam sana menjadi saksi betapa hangat perasaan diantara kedua remaja itu, mereka tertawa sampai setelahnya Nevan merengkuh tubuh Shasyania untuk ia peluk erat.
"Sayang," ucap Nevan menggantung.
"Kenapaa?" tidak kalah, Shasyania ikut menjawab lembut sembari mengusap punggung laki-laki yang masih berada dalam dekapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
CintaDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)