Chapter 37 : Hal yang tak terduga

730 16 0
                                        

Broooms!

Tepat tengah malam suasana jalanan terasa semakin sepi di tambah hujan mulai turun hingga membuat jarak pandang Gemmi terganggu terlihat dari posisi duduknya yang selalu ia perbaiki agar matanya tetap fokus.

Dan bersama dengan kecepatan yang sudah ia atur semuanya terasa baik-baik saja sampai di detik berikutnya dari arah kanan sebuah mobil menghantam kendaraan Gemmi cukup keras.

Draasssk!

Czrrrt!

Rodanya berdecit kehilangan keseimbangan, sekuat tenaga Gemmi berusaha mengendalikan stir kemudi meskipun berakhir mobil yang ia kendarai membentur pembatas jalan.

Braaak!
Braaak!
.
.
Braaaak!

Tak ayal peristiwa tadi membuat kaki dan tangan Gemmi terluka cukup parah bahkan terdapat luka sobekan di tubuhnya, benturan dari sisi kemudi membuat Gemmi seperti bermandikan darah.

"Shaa, lo baik-baik aja, kan?" tanyanya memastikan.

"I... iya, tapi ka__"

Tin!
Tin!
.
.
Tiiin!

Belum usai sampai di sana kesialan bertambah pada mereka saat beberapa pengendara motor mulai mengepung mobil Gemmi dari berbagai sisi, mereka datang mendekat dengan ekspresi sangar. Ini bukanlah kecelakaan tapi ini kesengajaan.

Brak!
Brak!
.
.
Braak!

"TURUN!"

"HEI! KELUAR SEKARANG JUGA! SEBELUM KITA BAKAR HIDUP-HIDUP!"

"Shaa, lo telpon siapapun yang bisa dihubungi! Lokasi ini tidak jauh dari pusat kota, tidak butuh waktu lama untuk mereka menemukan tempat kita sekarang!" ucap Gemmi dengan pandangan mata mengedar keluar.

"Gak bisa, Gem! handphone aku rusak!"

"Rusak? sial! mana handphone gue habis baterai lagi!" ucapnya mendesis ketika merasakan sakit yang mulai terasa lalu setelahnya tangan Gemmi merogoh sesuatu di dalam dashboard mobil.

"Lo tetep di dalam, oke! jangan keluar apapun keadaanya! Ikuti perkataan gue tunggu sampai baterai handphone gue terisi lalu hubungi orang untuk menolong kita! Gue akan mengulur waktu! Lo tenang aja!" tegasnya, bersama sorot mata seakan mengisyaratkan jika semua akan baik-baik saja.

"Oke?"

Greb!

"Jangan, Gem, jangan!

"Percaya sama gue!"

"Gem! jangan keluar!" Shasyania ragu ia merasa Gemmi tidak mungkin menghadapinya sendiri, ditambah lagi ketika orang-orang di luar sana membawa sebuah balok kayu, "kita pergi, Gem! Injak gasnya!"

"Hei hei liat gue, lo meragukan kemampuan seorang ketua geng?" bahkan di kondisi seperti ini Gemmi masih bisa bergurau, namun jika diperhatikan lebih mendetail pada sorot matanya maka sebenarnya laki-laki itu sadar jika mobil yang ia duduki sudah tidak bisa dinyalakan lagi, ia tidak bisa menghindar dan menghadapi adalah salah satu jalan yang mesti Gemmi ambil.

"Percaya sama gue, lo tenang aja, gue pastiin lo aman! Lo ingatkan, apa yang gue bilang tadi, mhh?"

Shasyania mengangguk membuat Gemmi tersenyum, "Bagus!" tegasnya, hingga tangan itu terjulur membuka pintu mobil lalu mengisyaratkan agar Shasyania mengunci mobil tersebut dari arah dalam.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang