Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Shaa, suka banget yaa bikin kejutan!" seru Neita, ketika mereka bertiga berada di sebuah tempat makan yang jaraknya tidak jauh dari SMA Guardians. Baru lima bulan dibuka namun sudah mampu menyita perhatian kalangan anak muda.
"Enggak gitu juga, Nit."
"Apanya yang enggak, itu yang pertamakali masih ingat, gak?" serbu Neita, gesturnya menunggu respon tapi justru Ririn yang berseru.
"Oh gue tahu, pas lo nyuruh Shasyania buat nyalin jawaban keliru dari si Sisil, betul? Ahahaha lucu sih itu apalagi kalau ingat gimana isi chat lo ke bokap nyokap lo, ahaha kocak!"
"Heh bisa diem gak? yang gue tanya Shasyaa bukan lo!"
"Yeee, biarin!" sungut Ririn.
"Tapi beneran deh gue masih gak nyangka banget sumpah, ternyata lo orang yang kita wanti-wanti ehh tahunya udah berkubu! sekarang gini ajaaa, masih ada gak hal yang lebih besar dari ini yang belum kita ketahui? Kasih klu dong Shaa... gue orangnya kejutan soalnya!" seru Neita
"Jantungan kali!" timpal Ririn.
"Ck! nyaut aja lo dari tadi!" Neita memberi tatapan ujung mata pada Ririn sebelum kembali merengek kearah Shasyania, "Shaaa?"
"Gak ada Neita."
"Ahh bohong ini pasti! dua kali loh, Shaa!"
"Kok malah aku yang bohong?"
"Yaa orang lo gak jujur! sukanya bikin kejutan!"
"Waktu itu coba aja kalian nanyanya lebih spesifik, kayak aku kenal gak sama orangnya, pasti aku jawab," sontak jawaban dari Shasyania membuat kedua orang dihadapannya setuju bersama kepala mengangguk.
"Mhhh iya juga sih...."
"Shaa, pasti lo ketawa kan? apalagi pas kita menjelaskan tentang apa itu kompetensi putri antar sekolah, padahal lo sendiri suhunya!" seru Ririn reaksinya kini tidak kalah menggebu.
"Tuh, kan! lo senyum-senyum, jahil juga ternyata, yaaa!" Neita mencubit gemas lengan Shasyania, perlakuannya justru membuat gadis itu semakin tertawa.
"Masak aku harus cemberut? ahaha, aku bukannya gak mau jujur, tapi gimana yaa, takutnya kalian ngira aku ini sombong lagi, ahaha!"
"Ihhhh, Shasyaaa ih nyebelin deh!"
Ketiganya tertawa hingga keseruan itu berangsur mereda saat seorang pelayan datang menghantarkan makanan, "Pesanannya sudah semua, kak?" ucap orang tersebut.
"Iyaa sudah, makasi, yaaa!"
Kini semua makanan telah berjejer rapi di atas meja, Neita yang sudah tidak sabaran langsung mencoba pie susu favoritnya, tubuhnya aktif bergerak ke kanan dan kiri ketika menyadari rasa yang tidak pernah berubah baginya.
"Aslii, mau metong gue saking enaknya!" serunya, padahal saat itu Ririn berniat mengabadikan gambar tapi semua terhalang saat makanan tersebut telah masuk ke dalam mulut Neita.