Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 64 : Kepingan yang hilang

333 7 0
                                        

"Ahh, aaahh, ahh!"

Pertemuannya dengan Dokter Jenni sungguh mematik kenangan lama Nevan untuk muncul kepermukaan, bahkan di saat tidur pun bayangan itu seperti mengetuk datang membawa luka yang memang sedari dulu belum sepenuhnya mengering, kegetiran yang terus menghujam kini ia keluarkan melalui hembusan nafas.

Nevan duduk menyender tangannya beberapakali terselip di antara helaian rambut, ia terlihat bingung untuk menguasai diri di saat pikirannya seperti berperang oleh keadaan.

Tak kuasa untuknya menahan Nevan menekuk kaki dan menelungkupkan wajah di sela-sela lipatan tangan, matanya perlahan meredup seakan memberikan jalan untuk kenangan itu menguasai diri.

Flashback POV Nevan :

Aku, Geonevan Akhilenzyn Eldione, hidupku nyaris sempurna dengan segala yang aku punya, bak seorang pangeran yang selalu di puja, setiap kata yang keluar dari mulutku seperti hukum yang harus ditaati, aku bangga seperti hanya diriku lah satu-satunya.

"Aku mau jadi superhero! kira-kira kekutan apa yang cocok denganku?"

Di usiaku yang menginjak angka sepuluh aku ingin menjadi sosok pahlawan yang datang menyelamatkan dunia dari kehancuran, sebuah simbol harapan yang di agungkan.

"Hei lepaskan dia! atau kalian akan merasakan laser ku ini!" seperti potongan adegan yang baru aku tonton, kali ini aku berlari melompat hingga berguling layaknya seorang yang handal namun semua harus terhenti saat acara di tv berganti dengan seseorang artis cilik fenomenal.

"Ck! dia lagi dia lagi!" sungutku kesal, orang itu selalu menjadi topik pembicaraan aku yang tidak ingin mendengarnya lagi memutuskan untuk beranjak menuju dapur sampai deringan telepon membuatku menoleh dan mendekati benda tersebut.

"Hallo?"

"Nevan? Ohh kebetulan sekali ini Paman Charlee! kamu jadi ikut berkemah?"

"Kemah?"

"Iyaaaa berkemah! bukannya waktu itu kamu mengatakan mau ikut? dihutan, Nevan! jadi bagaimana, mau ikut? superhero harusnya tidak takut!"

"Kapan?"

"Minggu depan, masih libur semesteran jugaan kedua orang tuamu memberi izin, jadi bagaimana?"

"Baik, aku ikut Paman!"

"Bagus! itu baru namanya laki-laki sejati! Tidak boleh takut!"

"Bagus! itu baru namanya laki-laki sejati! Tidak boleh takut!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gila lo!"

"Tenaaaang!"

"Tenang gimana? Ini asli sih lo beneran gila, Char! masak bawa bocah ikut kemah! Lo nambah-nambahin kerjaan aja tahu! Mana udah molor lagi itu bocah! berasa jadi baby sitter gue kayak gini!"

"Tenang, kalau lo tahu bocah itu siapa, lo gak bakal bilang kayak tadi percaya gue! lo bakalan nyembah dia mungkin, ahaha!"

"Gak jelas lo!"

Mine? [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang