"Shaa, nak Gemmi jam berapa pulangnya tadi?"
Sebelum menjawab Shasyania terlebih dahulu mengganti siaran tv yang awalnya ia tonton, ia tahu Ibunya tidak menyukai sinetron dan ketika Liliana bergabung maka Shasyania mancari siaran yang netral contohnya mengulas fakta menarik tentang tujuh keajaiban dunia.
"Sekitar jam tujuh, Bu," jawabnya, "hampir saja Shasyaa lupa! Bu, Gemmi bilang dia mau nambah pesanan kue sus yang rasa vanilla, katanya gak untuk besok, kapanpun Ibu ada stok gak masalah."
"Nak Gemmi tahu juga kita jual kue sus, padahal akhir-akhir ini kue sus kita jarang peminat."
"Karna dia makan semua kue sus yang Ibu simpan di kulkas."
Lilina memasang wajah cemas, "Shaa, kuenya gak kamu cek dulu?"
"Kenapa di cek, Bu? pesenan orang? dia belum minta izin tapi kuenya udah di makan semua sama Gemmi."
"Bukan, Ibu aja sampe lupa loh Ibu naruh kue sus di kulkas, takut basi, nak."
Sempat menimang tapi setelahnya Shasyania kembali memasang wajah tenang, "Umhh, kayaknya aman deh, Bu, Gemmi juga makannya lahap, kalau basi pasti udah di muntahin sama dia," ucap gadis itu mencoba memikirkan sisi positifnya.
"Iyaa semoga aja, Shaa, kasian dia kalau sampai sakit perut, atau coba kamu telpon tanyain kondisi nak Gemmi, suruh buru-buru beli susu."
"Enggak usah, Bu, Shasyaa yakin dia baik-baik aja kok," berkaca dari lamanya ia mengenal Gemmi Shasyania cukup yakin jika laki-laki itu memiliki daya tahan tubuh yang kuat, meskipun bisa saja apa yang ibunya khawatirkan terjadi tapi Shasyania memang tidak memiliki niat untuk menghubungi.
"Ibu bilang akhir-akhir ini kue sus kita jarang peminat, kok bisa, Bu? Bukannya itu varian baru di toko."
"Emhh kayaknya karena adonan yang Ibu buat terlalu manis, Shaa, di tambah isiannya juga udah berasa, tapi sekarang mau Ibu perbaiki, mumpung ada pesanan."
"Nanti Shasyaa bantu yaa, Buu."
"Iyaa boleh, tapi jangan lupa juga bilang makasi sama nak Gemmi, soalnya banyak benget roti sama kue sus yang nak Gemmi pesen, ini bener bakalan dibagi sama temen-temennya, Shaa? Masak tiap hari nak Gemmi bilang mau mesen sama Ibu. Kalau nak Gemmi mau jual lagi Ibu bisa kasih harga murah, biar sama-sama untung."
Shasyania tersenyum, "Enggak di jual lagi kok Bu, ini beneran bakal di bagi sama dia, Gemmi itu ibarat udah kayak ketua dusun Bu, ada banyak warganya, gotong royong terus kerjaannya." Genk PS menjelma menjadi bapak-bapak komplek dalam cerita Shasyania.
"Ada-ada saja kamu, tapi nak Gemmi orangnya asik, lucu!" ucap Liliana karena Gemmi selalu banyak omong dan membuatnya tertawa.
"Iyaa, dia pelawak juga soalnya, Bu!" Shasyania seperti memiliki banyak versi tentang karakter Gemmi bahkan tanpa sadar ia juga ikut tertawa dengan ucapannya.
"Shasyaa bilang dia murid yang paling sulit diajari, tapi Ibu pikir dia rajin loh Shaa, bukannya ulangan semester kalian sudah selesai tapi dia masih mau belajar, bagus itu!"
Untuk hal yang baru dikatakan ibunya Shasyania tidak banyak komentar karena alasan di balik belajarnya mereka tadi adalah cara untuk Shasyania mengusir Gemmi tapi tanpa di sangka laki-laki itu justru menurut.
"Bu, liburan semester ini katanya sekolah Shasyaa bakalan ngadain kemah."
"Waah seru, kemahnya di sekitaran sekolah, Shaa?"
"Umh, katanya beda kota Bu."
"Dimana, nak?"
Shasyania melirik sang Ibu lalu meyakinkan diri untuk menjawab, "Di kota B, daerah kaki gunung XXX."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)