Chapter 55 : Tidak tepat

524 7 0
                                        

Kaki panjang bersama langkah tegap mendekati sebuah mobil, tangannya terjulur mengetuk sisi luar kaca yang tentunya membuat salah satu orang didalam sana keluar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kaki panjang bersama langkah tegap mendekati sebuah mobil, tangannya terjulur mengetuk sisi luar kaca yang tentunya membuat salah satu orang didalam sana keluar.

"Tuan."

"Bagaimana?"

"Saya rasa, nona Shasyania masih syok atas kejadian tadi, saya mencoba untuk menenangkannya tapi sepertinya... sepertinya nona Shasyania perlu waktu untuk dirinya sendiri, Tuan."

Penjelasan dari Ningrum sejenak membuat Nevan mengangguk sampai setelahnya laki-laki itu meraih handle pintu, matanya menatap intens seorang gadis yang tampak menutup wajahnya menggunakan kedua tangan, bahkan garis-garis ketakutan tergambar jelas dari wajah Shasyania.

"Ikat tangan sama kakinya jangan sampai dia menyusahkan kita!"

Bayang-bayang masa lalu semakin jelas terasa, bahkan suara-suara itu kembali berdengung di telinga Shasyania. Kenangan yang seharusnya terkubur kali ini justru muncul ke permukaan. Tangannya mengepal keras, kejadian malam ini benar-benar sukses mendobrak sesuatu yang sudah lama ia kunci dalam ingatannya.

"Shasyania?"

Nevan memanggil namun tidak digubris, lalu tangannya mencoba mengusap bahu Shasyania berharap si empunya melirik namun gadis itu terlanjur larut dalam memori masa lalu hingga tidak bisa mengontrol diri untuk tidak merasa takut.

Sebesar apapun usaha yang tengah Nevan upayakan akan terasa sia-sia ketika yang memenuhi telinga Shasyania kini justru suara yang berbeda.

"Hei, kamu! hei! hsssst... hssst! jangan takut, kamu tidak sendiri lagi, seriuuus! Aku akan menolong, mu! Anggap ini seperti bermain petak umpet, oke? Mereka tidak akan mengetahui keberadaan kita! Percaya sama aku!"

"Ayoo larii!"

"Jangan sedih lagi, ya? Jangan nangis lagi, oke? kamu aman sama aku!"

"Shhtt shhtt pegang tangan aku kita sembunyi di sini! Aku jagonya soal sembunyi! ayo masuk!"

"Jangan bersuara, mereka di sana!"

"Tenang-tenang kamu aman! Aku di sini!"

Perlahan masa mencekam di pikiran Shasyania berangsur memudar, meskipun kegelapan mendominasi namun ada secercah kenangan lain di masa lalu yang membuat Shasyania merasa tenang. Seseorang yang mengatakan jika dia adalah sang penolong kembali menariknya untuk tersadar, benar berhasil, raut ketakutan perlahan menghilang.

Matanya terbuka dan di saat itupula Shasyania mendapati Nevan berada tepat disebelahnya, entah apa yang laki-laki itu ucapkan Shasyania masih menerka ia berusaha untuk tidak lagi dalam imajinasinya, butuh waktu untuk Shasyania benar-benar tersadar.

"Haiii tenang, tidak akan terjadi apa-apa Shasyaa, percaya sama gue!"

Tangan Nevan meraih jemari Shasyania, mengusapnya lembut untuk memberi gadis itu ketenangan dan anggukan kepala Nevan membuat Shasyania lebih tenang. Gadis itu membalasnya dengan segala keyakinannya.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang