Chapter 67 : Dia dengan kenangannya

240 8 0
                                        

"Ini gue mau sedih tapi gue dapet peran pangeran utama cuma kenapa Roro Jonggrang gue harus diaa?" sentak Dariel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini gue mau sedih tapi gue dapet peran pangeran utama cuma kenapa Roro Jonggrang gue harus diaa?" sentak Dariel.

Jelas ketara dari gestur dan ucapannya jika laki-laki itu tidak terima bahkan Dariel sampai menunjuk Neita yang sebenarnya juga terlihat tidak berhasrat atas karakter yang harus ia perankan.

"Kalem, gue juga males kali di pasangin sama lo untung sad ending, feel sebel gak terima gue jadi berasa natural!" sergahnya tidak mau kalah, harga diri wanita harus tetap di junjung tinggi.

Dan tidak jauh dari perdebatan tersebut Jiana, Rissa dan juga Megan kedapatan berkumpul dengan muka di tekuk awalnya mereka anteng dalam diamnya tapi semua berubah saat Dino datang menyentil lewat ucapan yang menyindir.

"Woi ayo latihan! gak ada waktu buat leha-leha, bangun! walaupun dialog kalian itu-itu mulu berkokok juga perlu penjiwaan kali, ahaha!" dengan kesadaran penuh Dino seperti siap untuk menerima serangan.

"Minta maaf gak lo!"

"Kukuruyuk petok! petok! petok!"

Rissa di ambang batas ia langsung melempar batu kecil yang di pungut asal mengarahkan benda tersebut tepat di paha Dino.

Tak!

"Sibuk banget lo yaa! dasar rakyat jelata! Menjauh gak lo! menjauh gak!"

"Waahh rakyat jelata? Ahahaha tapi paling tidak peran gue masih manusia dong!" seakan belum kapok Dino bahkan sampai memperagakan cara jalan seekor ayam.

"Drii, ini gak bisa di undi ulang apa?" pinta Jiana sembari melirik Andri, "gimana pendapat kelas lain cobak? Geonevan sama Gemmi mereka harusnya bisa kita jadiin daya tarik tapi malah dapet peran jin sama roh halus! Gak pas banget, gak adil malahan! undi lagi aja!"

"Setuju!"

Rissa sependapat tapi tanggapan Jiana barusan tidak mendapat respon baik dari yang lainnya, hasil undian sudah menjadi keputusan final, dua gadis itu sungguh kecewa terutama untuk perannya yang hanya sebagai ayam jantan berkokok untuk menggagalkan Bandung Bondowoso ketika membangun sebuah candi meskipun pada akhirnya di nodai dengan sebuah taktik yang Roro Jonggrang terima dari seorang pendeta dan di drama kali ini Yeron lah yang berperan sebagai sosok tersebut lalu untuk Shasyania sendiri dia hanya kebagian menjadi abdi dalem.

"Minum dulu biar gak seret," Nevan datang menghampiri Shasyania, ia menjauh meninggalkan keributan dibelakangnya, "capek?"

"Sssshht! Rin, buruan liat arah jam tiga!" cicit Neita.

"Tiga lo apa tiga gue nih? posisi kita gak sama!"

"Tiga gue!"

Sesuai arahan Neita Ririn melirik, senyumnya muncul sembari mengajak sahabatnya menjauh, "Jangan di ganggu, bau-baunya misi kita mendekati angka seratus!" terangnya.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang