"Maafin Ibu, Shaa," lirih Liliana, bersama kedua tangan mengatup di hadapan Shasyania.
"Ibuk jangan seperti ini, Buk! jangan minta maaf terus ke Shasya, kita masih bisa cari jalan keluarnya!"
Siapa yang akan tega ketika melihat seseorang yang begitu disayangi harus bersikap serapuh ini, rasanya hati Shasyania seperti tercabik-cabik, ia ingin menangis namun semampunya ditahan. Terlalu rumit semua masalah seakan melebur menjadi satu.
"Tapi nak, kali ini Ibu memang bersalah! Ibu terlalu ceroboh, sampai semua uang kita hilang. Maafin Ibu, Shaaa!"
"Sudah Buk, sudah! uang masih bisa kita cari, jadi Shasya mohon, Ibu jangan seperti ini lagi!"
"Gimana caranya, Shaaa? gimanaaaa? uang itu, uang tabungan kita. Uang jerih payah Ayahmu! uang masa depanmu! uang untuk mewujudkan semua impian kamu, Sha! dan... dan sekarang uang itu lenyap tanpa sisa, itu semua karena kesalahan, Ibu! huhuhu, Ibu bodoh, Shaa! Ibu kamu ini sangat bodoh!" Tangisan Liliana semakin pecah setiap kali mengingat musibah yang ia alami.
"Buk, Ibu tenang dulu, ibu ingatkan? masalah pendidikan Shasya, bukannya semua sudah di tanggung keluarga Eldione! bahkan untuk pengobatan Ibu juga! Jadi, Ibu tidak perlu khawatir!"
Sejujurnya hati Shasyania seperti teriris tatkala mengatakan hal tersebut, namun gadis itu tidak memiliki pilihan lain, harapannya hanya satu, ingin duka ibunya menghilang.
"Tidak, Sha! sungguh Ibu tidak ingin kita bergantung dengan keluarga itu, Ibu mau kamu bebas, tidak lagi di kekang mengikuti keinginan orang lain! Ibu juga tahu kamu terpaksa, tapi sekarang, justru Ibulah yang membuat kamu semakin terikat! Ibu tahu kamu tidak bahagia, Shaa! Ibu merasakan itu meskipun kamu diam! Kamu tidak bercerita tapi bukan berarti Ibu tidak mengerti, Shaaa!"
"Buk...."
"Ibu macam apa aku ini? tidak bisa melindungi putrinya!" sesal Liliana, ia menyalahkan diri sampai luruh bersimpuh di hadapan Shasyania.
"Dari dulu kamu sering sekali berada di posisi mengikuti keinginan orang lain, selalu berada di situasi seperti itu! Bahkan setelah remaja pun, hal tersebut kembali terjadi! Ayah pasti sangat kecewa dengan Ibu, nak! Ibu membuat putri kesayangannya kembali seperti ini, bukannya memberi kebahagiaan Ibu justru memberi luka!"
"Cukup, Buk! cukup! jangan lagi berkata seperti itu!"
Liliana semakin tenggelam dalam perasaan bersalah, niatnya yang ingin membawa sang putri pergi, namun kini situasi justru semakin pelik, setelah dirinya tertipu investasi bodong.
"Ibumu terlalu bodoh, tergiur dengan keuntungan yang mereka tawarkan tapi sekarang justru berujung kita tidak memiliki apa-apa! semua hilang! kerja keras Ayahmu menjadi sia-sia! Investasi itu, semuanya hanya kebohongan! dan lebih bodohnya lagi, Ibu malah menggunakan semua uang kita! Huhuhu...."
"Buk lihat Shasya, tidak ada yang benar-benar berakhir! Kita masih bisa bertahan, kita masih memiliki usaha, kita sama-sama berjuang! Masih ada yang tersisa! harapan itu masih ada! jadi berhenti menyalahkan diri seperti ini, Shasyania mohon. Kasih Shasya izin, Shasya bisa bantuin ibu."
"Tidak, jangan!" belum usai Shasyania berucap Liliana sudah memotongnya dengan tegas, seakan sudah tahu apa yang akan dilakukan putrinya.
"Tapi, Buk...."
"Tidak, Shaa! Kamu tidak perlu melakukan itu, tugas kamu sekarang hanya sebagai seorang pelajar, jangan lakukan yang lain! Ibu tidak mau! Jangan sampai orang-orang di masa lalu mengusik kita lagi, dulu ayahmu sudah sejauh ini membawa kita pergi, untuk membuat kita aman, jadi mari lakukan tanpa mengundang banyak tanya, karena itu terlalu berbahaya, Shasya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
Storie d'amoreDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)