Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Seseorang tampak membuang nafas, lelah sekali rasanya mendapat jawaban bukan seperti yang ia inginkan.
"Katakan saja lokasi tepatnya di mana?"
"Non, seharusnya Nona menyuruh saya saja, saya bisa mencarikannya lagi untuk Nona, tidak perlu Nona keluar membelinya, bahaya Non, kalau Tuan tahu... tamat riwayat saya, Non!"
Dari sambungan telpon di seberang sana suara terdengar bergetar lalu terdiam dengan deru nafas memburu, tapi orang yang di ajak bicara malah tidak memperdulikannya ia kembali menanyakan sesuatu yang sebenarnya ingin segera ia dapatkan jawaban.
"Maka katakan! semakin kamu membuang waktu maka ini akan semakin berbahaya, langsung saja, dimana!" tegas seorang gadis berpakaian lengkap serba hitam, kesabarannya habis berbicara lewat via telepon.
Dari sambungan itu kembali helaan nafas terdengar, "Sesuai map yang saya kirim, Non, dari titik itu Nona harusnya sudah berada di toko baju."
"Iyaa sekarang aku tepat di depan toko baju!"
"Berarti toko yang Nona tuju ada dibelakangnya, Non."
"Oh, berarti ini hanya perlu jalan ke belakang lagi? oh iya aku menemukan jalannya!"
"Non... hati-hati, Non! tunggu, saya akan segera kesana!"
"Aku tidak menyebrang, jangan berisik! Dan ini, di sini ada tiga toko kue, yang mana?"
"Maaf, Non. Seingat saya toko yang kemarin saya beli rotinya itu namanya Lucky bread, kalau tidak salah juga cat tokonya pink pastel."
"Oh oke, ketemu! Kamu jangan kesini!"
Tut!
Panggilan terputus, langkah kaki itu terlihat riang saat mendapati apa yang tengah ia cari, seleranya dalam makanan memang cukup sulit untuk di penuhi namun saat dia di beri cemilan kue kemarin, ia langsung jatuh cinta dengan citra rasanya seperti membawa kembali ke kenangan lalu di mana rasa hangat dalam setiap gigitan terasa, kehangatan itu yang selalu membuatnya rindu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Shasyaniaaa!" seru seseorang.
Sempat hening tapi sejurus kemudian kembali berseru, "Shaaa, kenapa kamu berdiri di sana, ayo masuk! sini!"
"Aku?"
"Yeww, malah aku aku," tegur orang itu, "tahu gak, hari ini lelahnya kebangetan dari pagi banyak yang beli, Mbak sampe kewalahan tahu, mana Ibu kamu belum kesini, tadi bilangnya ada urusan sebentar tapi udah tiga jam belum balik juga," ucap Tuti, seorang wanita dewasa yang membantu Liliana di toko rotinya.
Gadis yang diajak bicara terlihat heran, ia menunjuk dirinya sendiri menggunakan telunjuk, "Sha...Shasyania?"
Tuti sempat melirik sampai di detik berikutnya ia memberi gadis itu apron bertulisan nama toko mereka, Tuti pikir gadis itu datang seperti biasa untuk membantunya.