"Shaa, ini kenapa bisa dapet segitu hasilnya yaa? dari mana ke mana cobak? bingung gue!" tanya Biru untuk kesekian kalinya saat melihat jejeran angka di lembaran buku milik Shasyania, "ini juga kok bis__"
"Ruuu! Abimanyu N.B Newbiroo! bisa gak sih lo gak usah nanya-nanya? kayak ngerti aja kalau dijelasin! Salin aja salin! gak usah banyak bacot!" sentak Neita.
"Dih! kok lo yang sewot? Shasyania aja dari tadi gak keberatan jelasin ke gue! Lagian gue gak mau yaa main nyontek tapi gak paham cara kerjanya gimana!" sahut Biru tidak kalah nyelekit yang langsung membuat suasana semakin tegang di bangku utara.
"Gapapa Nit, lagian besok kan Pak Damar mau manggil acak tugas ini, jadi sekalian belajar biar gak bingung misal di tunjuk," jawaban Shasyania membuat Neita mengerucutkan bibirnya masam apalagi ketika Biru memberi reaksi senang seakan di bela.
"Pak Damar bisa sakit aja gak sih besok? males banget gue kalau udah main tunjuk-tunjukan!" seloroh Ririn yang sejalur dengan Neita tapi di detik berikutnya ia seperti mendapat sebuah ide cemerlang, "ehh, pulang sekolah nanti gimana kalau kita kerja kelompok? buat bahas tugas Pak Damar!"
"Whaaaat? ape lo kate!" suara menggelegar, nyelekit seperti rasa panas di telinga.
Neita tersentak bahkan terbatuk-batuk dengan ludahnya sendiri, ia kembali memprotes, "Ogah! Gak sudi, lo mau bikin kepala gue rontok apa, Rin! gak usah sok rajin lo! jugaan faktanya kebanyakan orang males di sekolah justru merekalah calon-calon orang suk___"
"Sssshhhh!" Ririn memberi satu telunjuk menempel ke bibir sahabatnya, Ririn mendekat sambil berbisik, "masih ingat misi kita? masih dong? paham sekarang? paham lah masa gak, mhhh!"
Dariel melengos dengan senyum mencela, ini saatnya ia bereaksi, "Mulai lagi gue harus liat telenovela hubungan terlarang!" candanya.
"Riel!"
"Paan?"
"Rieeeel!"
"Apa sih!" Dariel yang awalnya sekedar lewat kini mulai berhenti, sorot matanya menatap sinis gadis yang terus memanggil namanya tanpa kejelasan.
"Pulang sekolah entar ikut belajar, yuk?"
"Woah, wait! ini ceritanya lo suka sama gue, nih? Aduh Neita, sorry to say lo bukan tipe gue at all!" ucapnya menolak, begitu percaya diri.
"Ck! Please deh kita ngajak lo karna kita berkaca dari pengalaman sebelumnya, lo pintar milih tempat nongkrong, jadi gimana mau ikut apa gak?" Ririn hadir menimpali karena dia juga tahu Dariel tipe orang yang susah untuk menolak ajakan perempuan.
"Baiklah ikut! gue ajak satu orang lainnya, Nevan!"
Tring!
Tepat mengenai sasaran semua berjalan mulus seperti yang direncanakan sampai tibalah ketika ketujuh remaja itu berada di sebuah mall elit, dimana di lantai tiga mall tersebut juga menyediakan sebuah ruangan multifungsi yang bisa digunakan untuk area belajar.
"Shaa, kok lo bisa dapet julukan dewi nirwana di sekolah lama lo? bukan maksud gak pantes! Pantes banget malahan cuma gue penasaran aja!" tanya Dino.
"Itu awalnya pas masa orientasi sekolah, ada game mecahin balon terus kita di suruh memperagakan apapun yang tertulis di kertasnya, kebetulan aku dapet dewi nirwana."
"Terus temen lo bisa nebak?"
"Gak ada, aku sama bingungnya harus bergaya apa, malah mereka nebak aku lagi peragain orang semedi!"
"Ahaha! ohh gitu ceritanya, gue kira karena lo punya chenel di alam sana makanya lo di juluki dewi nirwana, ahaha baru gua mau nitip nama biar masuk surga pakek jalur orang dalam!" kelakar Dino.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)