Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Derap langkah tergesa-gesa menaiki anak tangga, menerobos masuk hingga membuat beberapa pelayan melirik bingung.
BRAAAAK!
Pintu di buka dengan sangat keras hingga membuat sepasang suami-istri yang tengah asik menonton televisi terperanjat kaget.
"ASTAGA, kamu bikin Mommy kaget saja, sayang! itu kenapa? Kenapa kamu bawa koper segala?"
Zivanna mulai panik ketika melihat ekspresi wajah putranya yang begitu marah, "Nevan, kamu baik-baik saja kan, sayang?" imbuhnya cemas.
Bukannya menjawab dia yang ditanya justru berdiri diam dengan tatapan menyelidik.
"Nevan jawab! jangan buat Mommy dan Daddy semakin bingung atas sikap diam mu itu!" tegas Deron.
"Aku mau Mommy dan Daddy turun! kita bicarakan semua di ruang tamu!"
Masih dengan raut wajah heran, saling bertatap-tatapan yang dilakukan kedua orangtuanya mereka sama-sama bingung melihat tingkah laku putra semata wayang mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa kalian sengaja menyembunyikan semuanya dariku? ini ternyata alasan di balik kepulanganku! kalian keterlaluan! Pokoknya batalkan!"
"Kamu ini ngomongin apasih, Nevan? Mommy tidak mengerti!"
"Bicara yang jelas Nevan! jangan buat kami semakin bingung atas pernyataan yang belum kamu jelaskan sepenuhnya!" Deron jengah menatap putranya penuh kebingungan.
"Yaaa tentang perjodohan itu! Rencana Kakek yang baru saja aku dengar, kalian merencanakan semuanya! dan apa-apaan ini Daddy? sebelumnya Daddy tidak pernah bersikap seperti ini, bukanya Daddy yang selalu mengatakan jika seseorang berhak atas jalan hidupnya sendiri, tapi kenapa sekarang seperti ini? Apa karena posisi Daddy yang ___, aah sudahlah! yang jelas aku tidak setuju! aku masih muda! dan di jodohkan? haaah! kalian pikir aku mau?" Nevan mengatur deru nafasnya sebelum ia kembali bersuara.
"Aku mohon jangan mendikte hidupku bahkan sampai urusan pasangan! itu hal konyol! benar-benar konyol! Dan sampai kapanpun aku tidak bisa menerimanya!"
"Apa? tunggu-tunggu... di jodohkan?" dua orang itu berucap bersamaan, mereka masih mencerna setiap kalimat yang terlontar dari mulut putranya.
"Iyaa! dan sebelum kalian memutuskan perjodohan, seharusnya kalian mencari tahu terlebih dahulu! Jangan tertipu, gadis itu pandai bersandiwara!"
Bukannya menanggapi serius, Deron justru terlihat bercanda melirik istrinya, "Honey, apa kita akan segera memiliki cucu?" celetuknya itupun langsung di balas cubitan manja dari Zivana.
"Aaww! sakit honey... aku cuma bertanya, lagian Nevan mengatakan hal yang tidak-tidak!"
"Daddy aku serius, berhentilah membuatku semakin kesal!"
"Sayang dengar, meskipun Mommy belum sepenuhnya paham, tapi dengarkan ini, Mommy dan Daddy tidak pernah menjodohkan mu dengan siapapun, yaaaa karena memang benar, itu merupakan hal yang konyol di jaman sekarang, dan kami tidak akan pernah melakukan itu! Apalagi tanpa persetujuan mu! jadi jelaskan apa yang membuat kamu sampai berpikir jika kami telah menjodohkan mu, Nevan?"