Chapter 52 : Dia orangnya

430 8 0
                                        

Setelah berhasil mengunci kemenangan di sesi pertama Freya terlihat begitu percaya diri bersama tatapan matanya yang seakan memancarkan aura sinis terlebih lagi saat dirinya mendengar kabar yang semakin membuatnya membumbung tinggi, Freya berani b...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah berhasil mengunci kemenangan di sesi pertama Freya terlihat begitu percaya diri bersama tatapan matanya yang seakan memancarkan aura sinis terlebih lagi saat dirinya mendengar kabar yang semakin membuatnya membumbung tinggi, Freya berani bertaruh jika hari ini ia akan menyematkan gelar juara satu di namanya.

"Freyaaa!"

"Lo?"

Laki-laki itu mematung lalu menaikkan sebelah alisnya, "For real tho, you forgetting about me?" ucapnya menyindir.

Freya menutup wajahnya sejenak untuk merespon ucapan orang dihadapannya, "Not a chance, Eron! gue kaget tadi, gak kepikiran bakalan ketemu lo di sini!"

Yeron menaikkan sebelah alisnya hal tersebut membuat Freya tertawa kecil ia sadar jika penjelasannya tadi begitu janggal.

"Sorry, maksud gue, lo ngapain di sini? ck, gue tahu ini sekolah lo tapi area ini bukan untuk penonton, Eron!"

Yeron paham, ia hanya iseng seperti biasa, "Itu, gue ada keperluan di ruang panitia! Eh malah ketemu lo di sini! Oh iyaa... selamat lo keren banget tadi!" ucapnya yang tampak begitu jujur.

"Wow, ini ceritanya lo dukung gue, nih?"

Freya bersikap manja hal yang sering dilakukannya ketika berhadapan dengan Yeron namun itu semua hanyalah sikap biasa tanpa ada maksud lebih. Ini hanya satu sisi.

"Lo gak perlu ragu, Freey! lo ngasih gue baju isinya nama lo semua juga bakalan gue pake! tapi resiko... kita tanggung bersama, yaa?" gurau Yeron, meskipun tidak terlalu ketara namun beberapakali laki-laki itu mencuri pandang sampe akhirnya merogoh kantong celana untuk mengambil sebuah permen.

"Buat lo!"

"Tiba-tiba?"

Yeron tersenyum cerah hal yang sebetulnya jarang ia perlihatkan pada siapapun, "Ada tulisan di belakangnya, kali aja bikin semangat lo bertambah!"

Give it your all!

Freya tertawa membaca empat kata di balik barang yang diberi Yeron, ia pikir ini akan berlanjut tapi ternyata semua masih sama saat Freya menanyakan sesuatu yang memang seringkali ia tanyakan.

"Nevan mana?"

"Ohhh? Ohh Nevan, ada kok, mau ketemu?"

"You know exactly how to hype me up! Bantu gue, yaa?" seru Freya, wajahnya bersemu merah dengan tangan mengatup.

Kembali terulang Yeron harus menerima kenyataan jika gadis yang ia damba lebih tertarik dengan sahabatnya sendiri, sakit memang tapi tetap saja hati tidak bisa dipaksa untuk siapa.

"Nevan nonton kan, tadi?" bahkan di saat Yeron belum memberi jawaban Freya kembali bertanya begitu bersemangatnya gadis itu terlihat dari apapun reaksi yang ia perlihatkan ketika menyangkut Nevan.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang