Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Honey, ada apa? sepertinya tidurmu tidak terlalu nyenyak akhir-akhir ini, apa yang kamu pikirkan, sayang?"
Deron menghampiri istrinya bersama secangkir teh hangat yang menjadi favorit wanita itu, Deron bahkan mengelus pelan pucuk kepala Zivanna, ia ingin menjadi tempat yang nyaman untuk istrinya membagi keluh kesah.
"Ini tentang Shasyania, honey, setelah pertemuanku dengan gadis itu, rasanya sulit untukku merasa tenang."
Deron mengusap tengkuknya untuk lebih memahami situasi kali ini, drama apalagi yang harus ia saksikan hingga membuat istrinya begitu gelisah.
"Bukannya Dokter Jenni sudah mengatakan pada kita jika sepenuhnya Nevan telah memilih Shasyania, jadi sekarang apa lagi yang menjadi permasalahannya?"
Zivanna mendekat, ia tidak ingin suaminya salah tanggap akan kegelisahannya, "Aku tidak mempermasalahkan itu, hanya saja rasanya Shasyania seperti memiliki luka yang dia simpan sendiri, honey."
Deron mengernyit heran, dia pun sedikit berdehem untuk mencari posisi ternyaman, "Apa? tunggu, aku sedikit bingung, ini arahnya kemana?"
"Waktu pertama kali aku pergi dengan Shasyania."
"Iyaa, lalu?" potong Deron tampaknya ia begitu penasaran hingga langsung menjawab.
"Waktu itu tanpa sengaja kami bertemu dengan Dokter Jenni, dia bersama seorang teman lainnya yang bernama Vionina, mereka satu profesi dan hal yang membuatku penuh tanya ketika aku menyadari tatapan Dokter Vio kepada Shasyania, itu bukanlah tatapan biasa, honey! aku rasa mereka saling mengenal terlihat juga dari gestur keduanya, tapi ada sesuatu yang mereka sembunyikan."
"Apa kamu sempat menanyakannya langsung pada Shasyania?"
"Belum, karena aku tahu, saat itu Shasyania tidak nyaman," seru Zivanna, "peranku kali ini adalah seorang ibu, jadi aku akan memastikan keadaan putriku!" tegasnya, Zivanna sudah memiliki rencana untuk apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Dan tepat pukul sebelas siang Zivanna telah bersiap untuk menyambut tamu yang telah ia tunggu kehadirannya.
"Silahkan masuk Dokter Vio, senang rasanya karena anda telah meluangkan waktu untuk mengunjungi saya," sambut Zivanna penuh keramahan.
Dengan cukup canggung Vionina merespon ucapan Zivanna, "Ini merupakan sebuah kebanggan untuk saya pribadi, undangan dari anda akan selalu saya usahakan, Mrs Zivanna."
Saling berjabat tangan adalah hal yang lumrah untuk dilakukan seperti halnya mereka saat ini, selanjutnya Zivanna menuntun Vionina menuju tempat yang sudah ia siapkan, mereka berbincang santai tentang karir hingga menuju pada inti dari alasan kenapa Dokter itu diundang olehnya.
"Apa anda mengenal, Shasyania, gadis yang bersama saya waktu itu?"
Pertanyaan dari Zivanna membuat Vionina langsung terdiam, ia tidak menyangka akan dipertanyakan sesuatu yang ia rasa merupakan sebuah kesalahpahaman.