Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
"Satu mobil saja," ucap Toreno pada Nevan yang terlihat membuka pintu mobil sportnya, "ini perjalanannya lumayan jauh, Nevan. Kita nikmati bersama sambil mengobrol."
Sejenak Nevan menatap Toreno sambil berkata, "Aku bawa mobil sendiri aja Kek, aman," sahutnya menolak namun masih dengan gestur sopan.
"Baiklah," Toreno memang tidak ragu pada kemampuan cucunya hanya saja ia ingin lebih lama meluangkan waktu tapi Toreno juga tidak ingin terlalu memaksa. Ia mencoba menjadi seorang Kakek pengertian.
"Tapi ada syaratnya kamu ajak Atom, dia bisa menemanimu sepanjang perjalanan."
Nevan setuju? tentunya tidak, reaksinya kembali menolak, "Ohh tidak-tidak Kek. Gak perlu, gak usah malahan aku bisa sendiri, atau Shasyania bareng aku," ujarnya menggebu menawarkan solusi lain.
Sekarang giliran Toreno yang tidak sependapat, terang saja dirinya geleng kepala lalu setelahnya menatap serius bersama senyum tipis, "Pilihanmu cuma dua Nevan, satu mobil atau bersama Atom, itu saja!"
End of discussion Nevan bersama Atom, hampir dua jam lamanya diperjalanan sampai tibalah mereka di lokasi tujuan, seperti direstui oleh alam mereka disambut kabut tipis suasana sangat mendukung hari ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kini di hadapan danau membentang berkilo-kilo meter persegi dengan banyaknya habitat yang hidup di dalamnya mereka yang datang mencoba peruntungan untuk menangkap salah satunya bahkan tidak terkecuali bagi Shasyania, meskipun baru pertamakali mencoba tapi gadis itu terlihat begitu antusias apalagi saat pelampung tali pancingnya ditarik ke bawah.
"Gulung, tapi pelan-pelan," seru Nevan menghampiri, "wow gede ini, hiu pasti!" ucap laki-laki itu.
"Mana mungkin hiu Geonevan, buaya ini!" bahkan tidak kalah nyeleneh Shasyania menanggapi ucapan Nevan.
"Hebat juga buaya di sini, tahu aja yang ngasih umpan orangnya cantik!"
"Stop, jangan sampe karena ucapan kamu tadi umpan aku gak jadi di makan!"
"Loh orang bener, kan gak salah, cantik."
"Gombal!"
"Kaya buaya?" goda Nevan.
Shasyania tertawa, "Kamu tahu gak, buaya itu sebenarnya salah satu hewan yang paling setia tahu, tapi sayang kebanyakan orang malah salah arti!" ujarnya, niat hati kembali bercerita namun terhenti ketika hasil buruannya semakin membuahkan hasil.
"Ehhh, ikannya kelihatan! Geonevan Geonevan tariiik!" Shasyania melompat kegirangan apalagi saat ikan itu telah berada di dalam radius jangkauan Nevan.
Grebb!
"Yeeey ikan pertamaku!" seru Shasyania berbeda dengan Nevan yang justru berdrama.
"Yaaaah kecewa, ikan beneran ternyata padahal udah berharap buaya!" guraunya, ternyata Nevan masih belum selesai dengan candaannya.