Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
"Geime turun! Liat Oma!" Raimar memerintahkan cucunya yang baru saja datang dari luar.
"Gemmi mau mandi dulu, Oma."
"Turun!" nadanya naik satu oktaf, tangan Raimar bergerak memberi perintah agar Gemmi menuruni anak tangga, "ini kenapa lagi wajah kamu? Oma perhatiin dari minggu lalu kamu selalu pulang dengan keadaan wajah lebam begini, Oma diam karena Oma pikir kamu bakalan berubah tapi nyatanya aaah! apa yang kamu lakukan di luar sana, Geime?"
"Oma, ini efek berlatih, untuk kejuaraan selajutnya."
"Jangan bohong kamu! Oma sudah menghubungi gurumu, tidak ada latihan fisik jadi berhenti berbohong!"
"Omaa, Gemmi berlatih sendiri, Gemmi harus terus menjaga kondisi fisik Gemmi!" elaknya namun tentu saja Raimar tidak mudah percaya.
"Ini pasti karena geng di sekolah mu kan?"
"O___"
"Oma tekankan ke kamu jika kamu melewati batas lagi, Oma tidak akan segan-segan untuk memberimu pelajaran, Geime!" papar Raimar, ia serius dengan ucapannya.
"Iyaa, Gemmi ngerti bahkan Gemmi sangat paham malahan, Gemmi bukan anak nakal Oma," jawab laki-laki itu sebelum kembali berbalik arah menuju lantai dua.
"Obati lukamu jangan sampai itu berbekas!" ucap Raimar lalu setelahnya ia kedapatan memanggil seorang pelayan, "Yaya!"
"Iyaa nyonya?"
"Bantu dia membersihkan lukanya dan pastikan juga jangan sampe dia keluar lagi!"
"Emhh, baik nyonya," ucap pelayan tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Makasi, Yaya."
"Sama-sama, Tuan."
"Yaya?
"Yaa Tuan?" pelayan itu balik arah saat dirinya hendak keluar dari kamar Gemmi.
"Lo pernah liat lukisan lama di kamar gue gak?"
"Maksud tuan lukisan-lukisan itu?"
Gemmi melirik tangan Ayyara yang menunjuk lukisan yang terpasang di beberapa sudut kamarnya, "Bukan yang ada di sini Yaya, lukisan lama, lukisan perempuan dengan baju merah?" paparnya, Gemmi kembali mengingat ucapan Javier mengenai lukisan itu ia hanya memastikannya.
"Ohh iyaa, Yaya tahu tuan, Yaya pernah liat, tapi itu udah beberapa tahun yang lalu... kalau gak salah itu ada di kamar tuan yang lama."
"Masih ada gak yaa?"
"Mau Yaya carikan, Tuan?"
"Yaa, tentu, boleh! coba cari bawa kesini, oke?"
"Iyaa iyaa Tuan, Yaya cari dulu."
"Oke di tunggu, Yaya," seru Gemmi pada Ayyara yang merupakan pelayan termuda di rumahnya bahkan lebih muda dari Gemmi sendiri, kini sambil menunggu Gemmi memainkan gitar miliknya baru setengah lagu seseorang terdengar mendekat.