Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Shasyania bergumam meminta pertolongan untuk Nevan yang tengah berjuang di ruang dingin yang tertutup di depannya, fokus Shasyania hanya memikirkan Nevan sampai sebuah suara memanggilnya.
"Shasyaaaa."
Gadis itu menengadah menatap sosok Zivanna yang tengah berjalan mendekatinya, jelas ekspresi penuh haru wanita itu perlihatkan, Zivanna khawatir menelisik keseluruhan tubuh Shasyania.
"Shasya baik-baik aja, kan? Mommy langsung ke sini begitu Ningrum ngasih kabar! Syukurlah kamu baik-baik aja."
Zivanna menghamburkan dirinya memeluk Shasyania, ia begitu lega menyadari bahwa gadis itu baik-baik saja, cukup lama mereka berpelukan sebelum akhirnya Shasyania memberi jarak karena ada sesuatu yang perlu ia sampaikan.
"Geonevan... dia, karena Shasyania, d__"
"Hei... jangan, gak boleh, kamu gak salah! Nevan, dia pasti baik-baik juga!"
Tidak ada yang menginginkan musibah terlebih lagi saat Zivanna sudah mendengar keseluruhan ceritanya. Zivanna dia tidak mungkin gegabah untuk menyalahkan seseorang yang tidak terbukti bersalah.
"Akhirnya kamu bertemu Vanvan mu."
Shasyania mengernyit, sungguh tidak terpikir olehnya jika Zivanna akan menanyakan hal tersebut, mungkin ini cara agar dia bisa mengalihkan perhatian gadis itu, Zivanna mengajak Shasyania duduk dengan kedua tangan saling menumpuk.
"Mommy tahu?"
"Tentu," Zivanna tersenyum, "dulu saat Nevan siuman hal pertama yang dia lakukan adalah mencari keberadaan gadis yang ia panggil dengan sebutan La Belle, dia terus bercerita, kami pikir itu, Ziaa," ucap Zivanna seraya menyentuh pelan pipi Shasyania.
"Mommy minta maaf, Mommy menghilangkan bukti jika Nevan juga menjadi korban, semua Mommy lakukan untuk melindungi indentitas Nevan, Mommy tidak menyangka hal itu membuat kalian jadi semakin jauh."
Shasyania menggeleng, ia tidak ingin melihat wanita didepannya menunduk dengan rasa bersalah, "Tidak, niat Mommy melindungi Geonevan tidak ada yang salah dari hal itu, Mommy tidak perlu meminta maaf."
Zivanna terenyuh, "Setelah kondisi Nevan membaik hampir setiap hari dia ke rumah Ziaa, Nevan menyalahkan diri dan itu juga yang menjadi alasan kenapa Nevan sampai pindah Kota dan tinggal bersama kakeknya."
Zivanna menceritakan keseluruhan masa kecil Nevan yang membuat Shasyania hampir tidak percaya jika tidak melihat fakta, ekspresi gadis itu terus berubah-ubah dari haru bercampur bahagia, nyatanya mereka sama-sama terluka dan kedepannya mereka akan berjanji untuk saling menjaga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aunty!"
Di saat mereka masih asik saling bercerita dari arah samping derap kaki terdengar melangkah, mimik wajahnya menuntut sebuah jawaban atas kejadian yang membuatnya datang ke tempat ini.