"I look at her and it makes me proud
There's somethin' about her...."
Sinar fajar di ufuk timur belum menyingsing namun di tengah kesunyian tersebut terlihat seorang anak remaja sibuk mempersiapkan diri, koper di sebelahnya mengisyaratkan betapa bahagianya ia saat ini.
"She got her own thing
That's why I love her...."
Bersenandung ria memainkan lagu cinta memastikan apa yang ada di dalam dirinya telah sempurna di depan cermin.
"Kita akan bertemu! gue yakin, your is mine!" tegasnya bersama mata menghunus menatap selembar foto sampai sejurus kemudian deringan telepon membuatnya mendengus.
"Heeey bro! lo di mana, nih? BIG NO! jangan bilang lo masih di rumah! ini gue sama Yeron udah otw! lo udah jalankan? Helloooo? Van? Hellooo.... Lo denger sua___"
Tut!
Bukannya menjawab ia malah dengan entengnya mengakhiri panggilan lalu berjalan mendekati pintu klasik dan perlahan menghilang di balik kokohnya pembatas kayu.
"Selamat pagi Tuan muda."
"Pagi!" jawabnya ramah, "bagaimana?" kali ini ia yang bertanya seolah-olah lawan bicaranya telah mengerti maksud dari ucapannya.
"Ba... bagaimana apanya, Tuan?"
Alis remaja tampan itu berkerut dengan gerakan tangan menunjuk pakaian yang ia kenakan.
"Oooalaaah! seperti biasa, Tuan selalu oke! bahkan sem__"
Kepalanya mengangguk senang lalu berkata, "Untuk yang itu enggak perlu dijelaskan lagi, Paman! tapi ini pakaianku gak berlebihan, kan?"
Pria dengan setelan hitam itu tersenyum, ia tidak menyangka jika majikan termuda dari keluarga tersohor akan bertanya hal seperti itu padanya.
"Tuan, tidak seorangpun bisa menolak Tuan, bahkan jika saya seorang gadis, maka saya akan meminang Tuan!" kelakarnya sembari membuka pintu mobil untuk majikan mudanya.
"Percaya di terima, Paman?"
"Tentu... tidak ahahaha!"
Jarak umur yang jauh berbeda bahkan dengan latar belakang yang tidak bisa disandingkan namun entah kenapa ada rasa percaya disana. Dinding kokoh yang selalu di buat untuk berjarak kini justru dengan mudah terkikis oleh sosok yang telah ia sebut sebagai, Paman.
"Aku jatuh cinta!" serunya jujur yang membuat seseorang di tuas kemudi melirik.
"Sama anak saya?"
"Pamaaaan!"
"Hahahaa, maaf Tuan," jawabnya, "jadi ini ceritanya Tuan mau_ apa ya istilah kerennya sekarang, mhh.... Oh iya, nembak!"
"Doakan, Paman!"
"Tentu! lagipula pasti di terima! Aaahh memang benar, masa muda adalah masa di mana semua hal terasa menyenangkan!Menggebu-gebu! tapi, kalau boleh saya bilang, jangan terlalu mabuk asmara, Tuan! perjalan Tuan masih sangat panjang, pendidikan dan karir itu dulu yang utama!"
"Yah, Paman meragukan kemampuanku?"
"Oh tidak, bukan begitu, Tuan! bukan itu mak___"
"Hahaha, aku mengerti Paman! tenang saja, seandainya pun aku menikah muda, Paman akan menjadi orang pertama yang aku beri undangan!"
"Pendidikan dulu Tuan!"
"Tapi aku lebih suka yang menantang!"
"Jangan dulu, Tuan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)