"Aunty please percaya sama Freyaa bukan Freyaa yang nyebarin foto Shasyania!"
Zivanna menghela nafas dalam seperti sangat lelah untuk berdebat dengan Freyaa, "Lalu alasan kamu memindahkan foto yang belum kita publish ke flashdisk kamu sendiri itu apa?"
"Untuk kenangan karena Freyaa udah gak di sini lagi, dan Freyaa juga gak nyangka jika flashdisk itu bakalan hilang, jadi bukan Freyaa pelakunya, Aunty."
Di ruangan petinggi NJL Freyaa mengiba atas tuduhan yang memberatkannya terlebih sebuah bukti memperlihatkan jika beberapa hari lalu Freyaa kedapatan memasuki ruangan editing padahal statusnya bukan lagi bagian dari NJL.
Masih tentang foto Shasyania yang tersebar, gadis itu di cap plagiat dengan berbagai macam hujatan bahkan tidak hanya untuknya beragam lontaran negatif juga semakin memanas dan menyerang media sosial NJL. Aksi nyata juga telah gencar dilakukan karena kini kumpulan fans garis keras Bralinzea sudah menyerbu kantor tersebut.
"Waduh ini orang-orang gak ada kerjaan kali yaa masih pagi udah berkerumun kayak semut!" sergah Mirna yang baru saja memarkirkan mobilnya.
"Woi, lo karyawan tempat inikan, suruh si plagiat minta maaf! Perusahaan kalian gak tahu malu!"
"Brand gede tapi ngiklan maksa biar kelihatan kayak idola kita! Gak banget dasar gak kreatif!"
"Udah keluar duit berapa banyak kalian buat bikin dia semirip itu sama Bralinzea? Perusahaan gak bener duplikat orang seenak jidat, najis!"
Mirna terperangah ia hampir menjadi amukan massa untungnya Marline datang dan berhasil membawa Mirna masuk ke dalam gedung.
"Ohh Tuhan... astagaaaaa apa-apaan yang tadi itu?" Raut wajah Mirna pucat ia tidak menyangka jika efek dari berita itu sampai berdampak separah ini.
"Fansnya Ziaa emang militan parah baru sehari udah kayak gini gimana besok! Oh no no no!" Marline sampai tepuk jidat bersama arah pandang menatap kaca yang menjadi tembok pembatas dari area luar.
"Makannya lu harus mikir-mikir lagi, Line! masih ada niatan lu jadiin Shasyania model lagi?"
"Tentulah, Mir! Ck, ini bisa kayak gini itu karena opini awal yang di panas-panasin!" sergah Marline lalu setelahnya, "astagaaa, Shaishai? gawat mereka gak boleh liat Shaishai sekarang atau kalau enggak... alamaaaak, handphone gue mana handphone gue!"
Marline merogoh isi tasnya dan ketika mendapati barang yang ia cari pria kemayu itu bergegas menekan sebuah kontak untuk segera dihubungi.
"Hallo, iyaa kak?"
"Shaai, lu dimana?"
"Masih di jalan, sepuluh menit lagi aku sampai."
"Shaaaai, dengerin gue! pokoknya entar lu masuknya lewat pintu belakang, oke? Paham!"
"Ada apa, Kak?"
"Gak pake ada apa ada apa meskipun lu calon bos gue tapi untuk saat ini lu gak boleh ngebantah, ikuti aja, paham!"
Tut!
Plaaaak!
Panggilan berakhir dan saat Marline akan memasukkan gawai miliknya Mirna seperti kemasukan setan dia dengan kekuatan penuh begitu sengaja menepuk lengan Marline hingga membuat pria itu terjungkal dan bergegas berdiri untuk melayangkan protes.
"Lu kena___ aaaakhh?"
Ucapan Marline terhenti saat menyadari sepuluh meter dari jarak dia berdiri seorang gadis memasuki gedung NJL, Marline yang merasa tidak asing langsung melupakan niatan awal yang ingin melayangkan protes pada Mirna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)