Chapter 42 : Persyaratan

512 11 0
                                        

"Momm?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Momm?"

Orang yang dipanggil menatap ke sumber suara lalu menaruh gawai yang sedari tadi di pegangnya.

"Oh sayang, akhirnya kamu pulang juga Nevan, Mommy menunggumu dari sejam lalu," jelasnya menghampiri sang putra.

"Mandi dulu sana, setelah itu kita bica__" ucapan Zivanna terpotong ketika menyadari ada yang salah dari wajah putranya. Mata itu membulat sempurna.

"Ini bibir kamu kenapa? Kamu berkelahi? dengan siapa lagi, Nevan?" cecarnya, bahkan sampai menjulurkan tangan.

"Jangan di sentuh, iritasi, bahaya!"

"Ck! kamu pikir tangan Mommy kotor?"

"Yaaa jaga-jaga."

Zivanna berdecak, "Kenapa bisa seperti ini, jawab pertanyaan Mommy, Nevan!"

"Gak sengaja kegigit, Momm."

"Haah?"

"Iyaaa."

Zivanna tidak langsung percaya ia tahu anaknya tidak seceroboh itu, "Sudah kamu obati, belum?"

"Sudah."

"Masih sakit?"

"Oh come on, tidak separah itu, Momm!

"Okeeey fine! anak Mommy sudah remaja sekarang sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi."

"Bukan seperti itu jugaa."

"Iya-iyaa, tapi jangan sampai terulang lagi mengerti?"

"Sure!" jawab Nevan bersama mata mencari sosok lainnya, "Daddy mana? Mommy sendirian?"

"Begitulah sayang, selama Kakekmu di luar negeri Daddy lebih siaga mengurus cabang perusahaan ditambah ada beberapa target yang mesti ia kerjakan, dan yaaa, kedatangan Mommy kesini juga mau menyampaikan sesuatu ke kamu! Besok adalah hari peresmian fashion terbaru NJL! Kamu dan juga Daddy mu! kalian wajib hadir!"

"Harus sekali?" pertanyaan macam apa itu, Nevan sungguh memancing kekesalan ibunya.

"Wajib! Mommy tidak mau mendengar penolakan, perayaan sebelumnya ada banyak sekali orang yang menanyakan mu, kamu anak Mommy satu-satunya, mau tidak mau kamu harus terbiasa, meskipun kamu terpaksa tapi dalam urusan ini kamu harus lebih dewasa! untuk besok, itu aturannya harus!"

Nevan menyugar rambutnya kebelakang, malas sekali bergabung karena besok adalah hari di mana ia akan disibukkan dengan orang-orang yang mendekat bersama berbagai macam pertanyaan yang pastinya membuatnya jenuh.

"Tidak ada penolakan, Nevan!"

"I see! tapi Nevan ada satu keinginan, Mommy tidak boleh menolak, atau... aku tidak hadir!"

"Yasudah apa? katakan."

"Deal?"

"As you wish!!"

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang