Chapter 73: Perlahan-lahan

138 3 0
                                        

"Gemmi angkat, itu udah mau gosong!" seru Shasyania bahkan bola matanya seperti mau keluar menatap laki-laki yang sudah kehabisan tenaga akibat tugas yang tengah ia emban

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gemmi angkat, itu udah mau gosong!" seru Shasyania bahkan bola matanya seperti mau keluar menatap laki-laki yang sudah kehabisan tenaga akibat tugas yang tengah ia emban.

"Belum ini, belum ini aaah! item-item gini namanya smoky tahu, rasanya lebih enak!"

Tidak mau kalah Gemmi terus mengelak namun saat menyadari apa yang di ucapkan Shasyania benar maka Gemmi dengan cepat melempar daging gosong itu secara asal.

Srrr!

"Loh?"

"Ck! kita gak boleh serakah, ingat berbagi itu penting!" tanpa rasa bersalah Gemmi terus berucap lantang lalu mengisyaratkan agar Shasyania tenang.

"Berbagai apanya, yang ada kamu buang-buang makanan tahu!"

"Lah, gue lagi berbagi makanan sama semut, Shasyania! meskipun badan mereka kecil tapi dampak mereka untuk kehidupan penting! gini yaa Shasyaaa, gue yang ngajarin lo sekarang!" Gemmi memperbaiki posisi duduknya agar lebih tegak.

"Semut hidup berkoloni mengunakan sistem kasta, keren gak tuh? mereka pembersih alami, penyubur tanah, jadi yang gue lakuin tadi itu juga termasuk hal yang berperan penting, gue ngasih semut makan biar mereka bertenaga, cinta lingkungan habis gue ini, gue sebenarnya pinta___ aaaaauuuuwh!"

Niat hati ingin terlihat lebih keren namun yang terjadi Gemmi justru harus berkutat untuk menyelamatkan diri dari serangan semut yang mulai merayap menggigit area kakinya.

"Dasar gak tahu terimakasih!" cetusnya tajam.

"Ujung-ujungnya kamu bunuh juga!" cibir Shasyania tangannya bergerak mengambil peran Gemmi melanjutkan panggangan daging yang hampir bisa dikatakan gosong itu.

"Woi, bantuin gue kek!" sindirnya.

"Gak, urus aja sendiri, kamu yang ngundang mereka!"

"Dih, pendendam! coba tadi lo mau gue ajak keluar, gak perlu susah kita buat makan, semut di pekarangan rumah lo juga gak bakalan banyak kayak gini!" sepenuhnya Gemmi menyalahkan Shasyania, gadis itu terlihat memutar bola matanya malas.

Shasyania tidak lagi menggubris, ia asik menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan Gemmi lalu dia juga lanjut makan sendiri.

"Enak gak?" Gemmi mendekat, matanya seperti anak kecil yang berusaha untuk meminta sesuatu atas rasa kasih sayang.

"Gosong!" sungut Shasyania.

Gemmi mencebikkan bibir lalu setelahnya mengeluarkan benda pipih dari saku celana, "Gue mau mesen makanan, tunggu bentar!"

"Gak usah, makan ini aja, gak baik buang-buang makanan!"

"Siapa bilang mau gue buang gitu aja? Orang mau gue bagiin ke semut!"

"Jangan! Kamu mau jadiin rumah aku istana semut apa? ini aja mau cepet-cepet aku bersihin! Makan yang ada aja!" seru Shasyania, Gemmi menurut lalu duduk sembari mengambil nasi yang sudah di siapkan.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang