Tak ada tolak ukur usia atau gender untuk menjadikan kopi sebagai minuman terfavorit, terlebih lagi di jaman sekarang ini ada begitu banyak varian rasa yang bisa di jumpai, dan kebiasaan meminum kopi seolah-olah sudah menjadi wariskan dari generasi ke generasi.
Begitupun bagi seorang Freyeron Azigar Osmond, atau yang biasa di sapa Yeron, dia adalah penikmat kopi kelas akut dan varian espresso selalu menjadi pilihannya.
"Udah bisa dibilang nyerah, nih?" tanyanya, sembari menyeruput minuman itu penuh kenikmatan.
"Ck! ngawur! gue bukan tipe orang yang mudah nyerah, Ron!" tekan Dariel sebelum menikmati kue red velvet di sebuah Cafe yang terletak di pusat kota J.
"Terus? bukannya lo gak tertarik sama Jiana, dan lo juga bilang kalau lo gak suka Shasya, depan Nevan lagi tadi! jadi secara gak langsung gue bisa narik kesimpulan kalau lo itu udah nyerah!"
"Ron, semasih mulut gue belum mengatakan secara gamblang, maka sampai kapanpun gue gak akan pernah mundur!" penuh keyakinan laki-laki itu berucap berharap lawan bicaranya mengerti tentang keteguhan hatinya.
Namun sang pendengar justru menggeleng, Yeron menganggap sahabatnya itu terlalu memaksakan diri namun di saat ia ingin menyadarkan Dariel, Nevan sudah terlihat berjalan kearah mereka hingga sesegera mungkin Yeron mengalihkan topik pembicaraan.
"Lama banget, Van? Pulang dulu apa gimana lo, tadi?"
"Beli bensin," dustanya, padahal berdebat dengan Shasyania.
"Ngantri? bete banget tuh muka! Nih minum dulu, gue udah pesenin kesukaan lo!"
"Thanks! ohh ya, weekend ini kalian ikut?"
"Naik gunung?" Dariel memastikan arah ajakan Nevan bersama ekspresi kurang yakin.
"Yaa! ikut gak?"
"Aaahh! gue kirain apaan!" seloroh Dariel seperti menginginkan sesuatu yang lain, "Van, gue denger-denger katanya keluarga lo ngadain acara, dan katanya juga yaaa... keluarga Ziaa bakalan hadir! emang bener, Van?"
Yeron yang awalnya begitu serius mendengar seketika membuang muka saat mengerti arti dari kalimat terakhir sahabatnya.
"Mulai lagi Z'sB garis keras! dasar fansboy!" ejeknya sambil meremas tisu yang ia lempar kearah Dariel.
"Iyaa kali, gak tahu gue!" jawab Nevan sekenanya.
"Lah, Van! bantu gue, kek! Lo kan tahu gue ngebet banget pengen ketemu Ziaa! lo juga tahu semenjak dia vakum, informasi tentang dia minim! bahkan gimana muka dia sekarang aja masih jadi misteri! Dari kecil Van, dari kecil... gue pengen banget ketemu Ziaa! Van?"
Dariel memelas berharap Nevan tersentuh hingga laki-laki itu berdecak sambil berkata, "Yaudah gue bantuin tapi jangan sampai lo berulah!"
"Gak akan! gue janji seribu persen! Sumpah demi tanah kuburan gue yang belum digali! Ini janji sumpah mati!"
"Ck, jangan bawa-bawa mati kalau sama jarum suntik aja lo gak berani!" cela Yeron.
Dariel tidak menanggapi ucapan tersebut karena ia terlanjur senang bukan kepalang, akhirnya ia bertemu sang idola, gadis impian yang sebaya dengannya namun memiliki tingkat sosial jauh lebih tinggi bahkan melebihi keluarga Eldione.
"Pokoknya gue kasih lo apapun asal lo beneran bantuin gue!"
"Asal seneng tebar janji mudah banget itu mulut!" seloroh Yeron.
Di saat ketiga sekawan itu masih asik bersenda gurau dari jauh tampak tujuh orang remaja memasuki cafe yang sama, mereka berlagak layaknya penguasa bahkan salah satu di antara mereka berseru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
Любовные романыDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)