"Wah, tumben lo ketawa ketiwi pas mau ulangan! Udah over load itu otak?" sindir Yeron, ketika mereka tengah menunggu jam pergantian untuk mata pelajaran Kimia.
"Yaah lo kayak gak tahu aja, Ron! dia begitu karena dia udah bingung mau berekspresi seperti apa lagi! makanya cengar-cengir gak jelas!" sarkas Dino, bahkan menepuk ringan punggung Neita, seperti akrab saja.
"Hahaha, slow Neita, sloooow! kalau hasil ulangan lo jelek, terus lo di coret dari KK, tenaaaaang! kan masih ada KK si Ririn! bisa kali lo nyempil satu. Yaaaaakan?"
"Parah lo!" sentak Biru berpura-pura perduli, sampai sejurus kemudian ia justru ikut menimpali ejekan untuk Neita, "jangan berharap lebih! si Ririn juga dicoret kali! mereka berdua kan, sama hancurnya!"
Meledek tanpa rem, blong dengan kecepatan tinggi begitulah cara mereka menikmati situasi saat ini, bahkan Dariel pun seakan tidak ingin ketinggalan, orang itu ikut serta memperkeruh suasana.
"Udah gapapa, jangan putus semangat! Tenaaaang gue di sini, gue datang memberi solusi, jadi gini aja... mending kalian berdua buka warung pecel! gue bantu viralin, deh! mumpung lagi marak goyang toktok sambil dagang! Yaaa, itung-itung manfaatin jiwa muda kalian, ahahaa!"
Mereka tertawa terbahak-bahak menunjuk sang korban yang tentunya telah kehilangan batas kesabaran, Neita tidak bisa lagi mentolerir hingga dengan sengaja mengibaskan rambut pendeknya ke hadapan para cowok yang masih asik menjadikannya sebagai lelucon.
Brrrs!
"BACOT ANYIIIING!"
"Woi! kutu lo loncat!" tuduh Dino.
"JAGA UCAPAN LO! gue gak kayak lo, DEKIL!"
"Dih, bintang satu! gak ramah!"
"Sudah, Nit! jangan ditanggapi," saran dari Ririn, ia bergegas menarik lengan temannya menjauh menuju bangku mereka, Neita jelas menurut tapi setelahnya ia menyelipkan kesempatan untuk memberi jari tengah pada keempat orang yang masih menertawakannya.
"Gimana, udah di kirim sama si Sisil?"
"Udah dong, nih lo liat aja!"
"MANTUL! dengan ini kita jadinya bisa nyumpal mulut para cecunguk! biar mereka pada diem!" cetusnya yakin, lalu pandangan Neita melirik kearah Shasyania, "oh iya, gimana kalau kita ajak Shasyania satu kelompok? Tiga orang, lengkap dengan Shasya!"
"Boleh, ide bagus, gue setuju!"
Bersama langkahnya yang riang Neita bersenandung menuju bangku Shasyania, tapi tiba-tiba ide nakalnya muncul ketika mendapatkan momentum, masih tidak terima karena menjadi bahan tertawaan hingga di kesempatan itulah ia berulah untuk mengejutkan orang-orang yang sempat mengejeknya tadi.
"DUUUUAAAR!"
"Lo kenapa?"
Hening sejenak karena bukannya terkejut mereka justru kompak menatap heran, tidak ada rekasi seperti yang diinginkan Neita, hanya ada tatapan prihatin untuk seorang Urneita.
🍂🍂🍂
"Woi- woi, Pak Damar dateng, Pak Damar dateng!" seru Biru hingga seluruh murid langsung duduk rapi di bangku masing-masing.
"Selamat siang!"
"Siang, Pak!"
"Ada yang absen hari ini?"
"Tidak, Pak!"
"Senang mendengar hal tersebut, karena perlu kalian ketahui, hari ini Bapak mau mengadakan ulangan harian!" tegas wali kelas XI IPA 1, beliau berucap sambil menelisik mimik wajah muridnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)