Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Good morning, Shaaishaaai!"
Marline seperti terompet yang baru ditiup ketika menyambut kedatangan Shasyania, bahkan tangannya sampai terlentang padahal di ruangan itu ada sosok lainnya yang sudah menutup kuping akibat suara Marline yang menggelegar.
"Pagi, Kak," jawab Shasyania ramah senyumnya pun ikut terukir pada kedua insan yang kini saling cibir dengan gerakan mata.
"Eeh, Line! kecilin itu volume bisa kali! Awas aja kalau sampai kurang dari satu minggu gue harus bolak-balik THT! Gue siram jakun lo biar tumbuh lagi!" ancam Mirna sebelum melirik kearah Shasyania.
"Duduk Shaa, biar gue ada temennya gak stres sendiri ngadepin manusia lunglai satu itu!" bahkan di kalimat akhir Mirna masih kedapatan menyindir.
Marline mengernyit tidak ambil pusing ia justru menyibak belahan rambutnya menggunakan jemari lalu dengan sengaja mengibas rambut pendek miliknya itu pada Mirna yang bahkan tidak tersentuh sehelai pun.
"Kramas sana, bau! Shaa, hati-hati!"
"Hey, don't try-try again! dozaaaah kalau lu niat mempengaruhi Shaishai! dia itu model gue, jangan bermimphiiiiih buat berkubu!" gertak Marline, setelahnya ia mencolek telapak tangan Shasyania.
"Cantik nyaaa, makin shining aja perasaan! Oh iya, Shaaaiii! Inikan lu udah mulai stop sekolah, righ? Eh maksud gue leeeeeboor! Nah pas banget ini momentumnya! Karna apa? Karnaaa lu bakal bisa ngambil jobs lebih! masukkan? Kebetulan juga bulan ini NJL ngeluarin koleksi banyak banget, dan gue udah milih yang paling pas buat lu, Shaaaai! yaitu resort collection! Koleksi musim liburan, tampilan desainnya mewah dan elegan, pas banget buat lu! Percaya sama gueee!"
Marline mempertegas ucapannya tadi lewat fakta saat ia memperlihatkan riwayat pesannya bersama beberapa orang staf yang memiliki wewenang dalam pemilihan model, Marline dengan kekuatan penuh memanfaatkan semua koneksi yang ia punya agar dipercaya untuk mengambil salah satu desain yang di keluarkan NJL bulan ini.
"Wah hebat lo, Line! salut gue, kalau telat dikit aja kayaknya itu bakal jadi milik model utama, deh! tapi koleksi yang lain juga keren-keren, sih! Cumaaa gue setuju, ini yang paling pas dan menonjol!" seru Mirna dengan mata mengarah pada iPad yang menampilkan keseluruhan koleksi yang akan dirilis.
"Ohhh jelas ituuh! untuk para model yang berada dalam naungan gue, gue harus berani tempuraaaaa, apalagi untuk, Shaaishaai, kita harus kasih unjuk ke mereka ini nih tim kita yang bakalan di lirik tanpa nungguin promosi untuk naik ke divisi utama!" ucapnya sombong.
"Tapi, Kak, kalau aku ngambil ini, bukannya wajah aku bakal ke shot?"
Di tengah kepercayaan diri yang sudah membumbung tinggi Marline malah lupa untuk mengatakan terlebih dulu pada Shasyania hingga suasana mendadak hening, Marline berdehem seraya melangkah mendekat dan menyerahkan sebungkus coklat yang telah ia buka kulitnya pada Shasyania.