Dinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya.
Layaknya terjun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Masih kurang jernih! naikin resolusinya!"
"Waduuuh! ini lagi, kurang terang! kita butuh suasana yang fresh! bukannya remang-remang! Ayo Semangat!"
Instruksi bersaut-sautan, semua terlihat sibuk di ruangan tersebut sampai seorang pria berambut gondrong yang tengah memegang kamera kembali bersuara.
"READY? SIKAT!"
Cekrek! Cekrek! . . Cekrek!
"Bagus! pertahankan! sempurna! nah, sekarang tangannya di angkat sedikit! yaaa... yaa! seperti itu! tahan! BAGUS!"
Cekrek!
"Good jobs!"
Matanya terus fokus melihat hasil di layar monitor, hingga membuat senyum pria itu tidak pernah pudar, ia begitu puas dengan hasil lensanya.
"Line, lu yakin itu anak gak pernah jadi model?" tanya Mirna saat dirinya dan juga Marline berada di ruangan yang sama, menatap satu objek, sosok gadis remaja.
Awalnya mereka pikir Shasyania akan kesulitan namun siapa sangka hasilnya diluar dugaan.
"Iyaa, Mir! luuuu yaaa, harus berapa kali lagi sih gue jawab! Ini pertama kalinya dia ngambil job kayak gini! Ihhh!"
Mirna masih ragu, tidak mungkin pikirnya, pandangannya mengerucut menatap Shasyania dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Gak yakin gue, liat aja body language nya! Bahkan seorang Dofa Miller juga mengakui, itu anak udah jadi! Aneh gak sih, kalau ini pertama kali?"
"Mhhh, iya juga sih, yaaa! tapi fun fact nyaaa lu jangan lupaaa, gue yang nemu, tuh!" ucap Marline bangga.
"Iyaaa, gak usah di ulang-ulang mulu itu kalimat! Tapi itu juga belum sepenuhnya sempurna! lo belum bisa recom dia, dapat jatah di produk utama itu baru gue kasih lo applause!"
"Udaaaah, lu tenang aja, Mir! perlahan-lahan juga bisa kali! gue jamin dia bakalan lebih terbuka! dia aset gue, hehe!"
"Iyee, tapi jangan lu paksa juga dianya, anak orang itu! Bisa kena pasal berlapis lu! masih muda, lulus SMA juga belum!" kelakar Mirna.
Marline menatap sinis bersama gayanya yang centil, "Ehhh, kuncir kuda! lu kira gue bakal apain tu anak, hah? Gue cuma mau memotivasi dia! biar dia mau ngasih liat mukanya, yaaa kali, yang lain!"
"Whaaattttt? gak salah, di motivasi sama orang kayak lo?" sindir Mirna tak kalah mengejek, "bisa-bisa salah jalan dia, ahaha!" imbuhnya tertawa.
"MARLINE! MIRNA! kalian berdua bisa diam? gue lagi fokus!" tegur sang fotografer yang telah memperlihatkan tatapan kurang bersahabat.
"Iyaa, iya... sangat bisa malahan! sooooorrry, Doff!"