"Finallyyyyyy ulangan selesai juga! gak kerasa aja udah mau kelas tiga kita!" seru Neita girang saat ulangan sekolah sudah ia lalui selama seminggu lamanya.
"Yakin naik kelas emangnya lo?" sergah Ririn.
Senyum yang tadinya terpancar cerah di wajah gadis berambut pendek itu seketika sirna kini digantikan oleh tatapan menyipit seperti sang pemangsa.
"Ragu lo sama gue?"
"Benget gak usah di tanya lagi!"
Neita merengut sebal akibat tidak terima, "Emang hari gini masih jaman tinggal kelas? Lagian gue yakin seyakin-yakinnya malahan gue rasa gue bakalan masuk sepuluh besar tuh! bekingan gue kali ini gak ada lawan nih bos, siapa dulu Shasyania!" seru Neita sambil menunjuk bangga gadis yang tengah ia puji, Shasyania tersenyum lalu geleng kepala akibat tingkah Neita.
Terang saja situasi ini tidak mungkin dilewati Ririn ini saatnya ia kembali beraksi, "Maksud gelengan kepala lo tadi apa, Shaa? Wah jangan-jangan," sengaja menjeda agar targetnya terpancing.
"Jangan-jangan apa maksud lo?" sergah Neita.
"Kalau kayak gini artinya ada dua kemungkinan!" jawab Ririn.
"Apaa? yang jelas dong!"
"Kemungkinan kemungkinan!" Shasyania kompak menjawab hal yang sama seperti apa yang Ririn katakan hingga keduanya tertawa lepas membuat Neita semakin geram.
"Ahahaha, Shasyaa lo ngasih jawaban bener ke dia?"
Shasyania kembali ikut arus ia bergabung dengan keisengan Ririn, "Ummh seingat aku... enggak deh kayaknya," ucapnya enteng Neita sudah tampak gigit jari.
"Shaaasyaaa lo jangan bercanda dong, nafas gue mulai sesek nih!"
"Mau ke UKS Nit? aku anter."
"Tuh tuh mulai lo yaa, Shasyaaa jangan gituuu! Ririn, jangan hasut Shasyania dong!" Neita mencubit gemas Ririn, kejadian tersebut membuat tawa diantara mereka semakin terdengar nyaring bersahut-sahutan.
"Udah-udah sakit perut aku ketawa mulu! Oh iyaa soal kemah libur semester ini kalian ikut?"
"Jelas ikutlah, Shaaa! itukan kegiatan wajib lagian seru kayaknya apalagi ada acara api unggun, jadi gak sabar gue!" terang Neita lalu matanya kembali menatap Shasyania, "tunggu, jangan bilang lo ada rencana gak ikut, iyaa?"
"Kalau bisa aku gak ikut."
"Kenapa? alasannya apa dulu, Shaa? soalnya setau gue itu emang kegiatan wajib," papar Ririn, informasi darinya selalu valid karena dia merupakan perangkat kelas.
"Mhh karna gak pengen aja," jawaban Shasyania barusan membuat kedua gadis di hadapannya menekuk alis memperlihatkan tatapan kurang puas.
"Yaelah Shasyaaa kirain apaan, ck lagian masih lama jugaa, aahh pokoknya lo gak ada alasan buat gak ikut titik! gabung lagian ada kita jugaan, gue jamin lo gak bakalan nyesel, percaya sama gue!" tandas Neita sembari meminta bantuan pada Ririn, waktunya mereka beraksi.
"Setuju! apalagi di kelas kita ini, kita punya satu orang yang bener-benar berpengalaman dalam hal berbau alam, dia bakalan buat kelas kita menang di segala game yang di buat nanti, jadi lo harus ikut ambil peran, Shaa!"
"Nahh bener! Kita punya Geonevan! gue kasih tahu lo fun fact tentang dia, Geonevan itu orangnya suka banget kegiatan yang berbau alam, jago banget! gue yakin kegiatan kali ini seratus persen dia pasti ikut!" tegas Neita, ia bahkan mengedipkan sebelah matanya memberi tanda pada Ririn jika apa yang ia ucapakan tadi akan merubah keputusan Shasyania.
"Bener! masih punya alasan buat gak ikut, Shaa?" tantang Ririn.
"Liat nanti aja, sekarang aku pamit duluan yaa," seru Shasyania, gadis itu sudah kedapatan mengemas barang-barangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomansaDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)