Chapter 56 : Mencoba ulang

465 9 0
                                        

"Gimana ceritanya lo bisa kayak gini?" tanya Nevan, dirinya masih mengulik cerita pada seseorang yang baru saja menyelesaikan makan sorenya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gimana ceritanya lo bisa kayak gini?" tanya Nevan, dirinya masih mengulik cerita pada seseorang yang baru saja menyelesaikan makan sorenya.

"Biasa Van, di jalan. Kadang kitanya udah hati-hati tapi orang lain ngebut gak liat kanan-kiri! Mobil gue di serempet, oleng hampir nabrak penjual kaki lima, nah pas gue banting stir, yaaaah! gue malah nabrak pembatas jalan. I was really unlucky yesterday ahaha!"

"Sial, ketawa lagi lo! Lo tahu gak gue kemarin gimana? Panik, setan!" timpal Dariel.

Yeron tersenyum jenaka seraya bergerak menepuk sisi kasurnya, "Yaudah duduk sini, kasih bahu gue mau nangis di pundak lo!"

"Dih, najis!" Dariel berdecak kesal hingga melempar sebuah lap yang kemudian mengenai muka Yeron.

"Gue pasien kalau lo lupa!"

"Vaaan...."

Meninggalkan dua orang yang sibuk saling serang seorang gadis diantara tiga pemuda di ruangan tersebut terlihat mendekat, tangannya terjulur mencoba menggenggam jemari Nevan.

"Van, gue mohon, pleaseeee jangan marah ke gue, mhhhh?" ucapnya manja lalu tiba-tiba menangis menatap Nevan penuh rasa bersalah.

"Lo kenapa?" terdengar ketus sungguh ia tidak memiliki tenaga untuk menanggapi, bahkan Nevan bertanya dengan wajah kebingungan, tidak nyaman itulah yang dia rasakannya, "lepas! ngapain juga gue marah!"

"Van, dengerin dulu, gu__"

"Freyy, udah! Lo gak salah, jangan nangis lagi, gue gak apa-apa, Freya," tapi justru Yeron yang berseru, nadanya lembut bersama kornea mata menatap lekat gadis yang justru terfokus pada Nevan.

"Enggak, Ron! gue harus minta maaf, gue gak mau Nevan marah sama gue, gue gak bisa bayangin itu! It's out of my control!" kembali menangis bahkan kini sampai sesenggukan hingga setelahnya menarik nafas yang terlihat berat.

"Apaan, gue gak suka basa-basi!" tegas Nevan.

Freya mengangguk tangannya kembali mencoba meraih pergelangan tangan Nevan, "Kemarin, apa yang terjadi sama Yeron bisa dibilang ada hubungannya sama gue, kalau saja gue gak minta Yeron buat jemput gue, mungkin dia gak bakalan kayak sekarang. Van gue pengen ketemu lo, tapi... yang jelas gue bener-bener merasa bersalah! gak bisa tidur gue semaleman, takut lo bak___"

Nevan membuang muka, ia tidak suka dengan perasaan ini rasanya ingin pergi tanpa harus berinteraksi, matanya terpejam dengan garis rahang mengeras.

"Minta maaf ke Yeron, udah?" potongnya, dan ketika tidak mendapat jawaban maka reaksi selanjutnya Nevan berdecak remeh, "ck! Kok lo jadi bodoh, Frey!"

Belum sempat Freya membela diri daun pintu diruangan itu terlihat dibuka dimana memperlihatkan beberapa orang remaja mematung dengan ekspresi canggung, sebagian dari mereka merasa ini situasi yang kurang tepat tapi apa boleh buat mereka sudah terlanjur melihat. Drama percintaan? itulah yang dipikirkan.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang