Buat para readers ku yang setia
Menunggu selama dua tahun ini selamat menikmati yaa
Akhirnya aku menepati janji extra cherper ini udah yaa jngn tantrum lagi kalian😭🫵🏼
Seperti biasa jika ada typo tlng diberi tau
***
"Argan..." air mengalir begitu saja membasahi lantai dari paha wanita tersebut.
Keduanya saling menatap satu sama lain. "Kamuu... kenapaa?" Tanyanya dengan wajah panik.
"Jangan bilang kamu mau lahiran." Monolognya. Nasya tak mengubris pertanyaan Argan ia terlalu fokus dengan perutnya yang merasa nyeri luar biasa.
"Hah kok cepet banget? Bukanya belum waktunya."ucapnya bertubi-tubi.
"Aku gak tau. Kamu jangan tanya-tanya dulu bisa gak Perut aku sakiit!" Nasya hanya memejamkan kedua matanya, meringis. Menahan rasa sakit yang bergejolak.
Nasya memegang lengan atas Argan dan meremasnya kuat, melampiaskan seluruh rasa sakit diperutnya. Argan jadi dibuat kebingungan apa yang harus ia perbuat? Apa ia harus menelpon mama Linda? bunda? Dokter Renata? Atau siapa?
Karna bingung Argan jadi ngeblank ia malah mondar mandir, kebingungan. Apa yang harus ia lakukan
"Kamu ngapain sih malah mondar mandir, Aku mau lahiran Argan!" Ucap Nasya kesal.
"I-iya ini aku mau telpon bun-"
"BAWA AKU KERUMAH SAKIT! Nunggu bunda dateng kelamaan. Keburu aku lahiran disini!" Sungguh rasanya Nasya ingin menyambak rambut Argan. Laki laki itu sangat lamban tak tahukan ia bahwa Nasya sangat kesakitan.
"I-iyaa." Ucapnya dengan menggaruk tengkuknya.
Lelaki itu memegang bahu sang istri, menuntunya menuruni anak tangga dengan tertatih-tatih. Sementara itu Nasya terus merintih kesakitan karna perutnya
***
Saat ini semua keluarga telah berkumpul didepan pintu operasi menunggu proses persalinan Nasya. Ya dengan sangat terpaksa Nasya harus menjalankan operasi caesar dikarnakan sangkutnya bahu sang bayi. Sebenarnya dokter mengatakan tidak masalah jika harus lahir normal cuman takutnya malah akan terjadi pendarahan atau bahkan robekan yang dapat membahayakan bayi dan juga ibunya. Dan setelah menjalan operasi selama berjam jam alhamdulillah sang bayi serta ibunya baik baik saja.
Wanita cantik dengan kerudung hitam itu perlahan membuka matanya. "Sya kamu udah bangun." Kali ini yang berbicara linda.
"Argan ini istri kamu udah bangun." Argan yang tengah sibuk berbicara dengan ayahnya itu langsung bergegas berjalan kearah brankar dan duduk didekat sang istri.
Argan membelai sorai rambut yang tertutup hijab itu dan tersenyum tulus. "I'm so proud of you sayangg akhirnya kamu bangun." Senyuman yang sangat tulus terukir begitu saja oleh pria tampan tersebut.
Sedangkan itu Nasya yang terlihat masih lemah berkata sambil melihat disekelilingnya. Mencari letak dan keberadaan sang buah hati. "Bayi aku manaa.."
"Sebentar yaa sayang bentar lagi dianterinn." Benar saja tak lama dari Nasya yang siuman seorang perawat membawa seorang bayi laki laki mungil.
Semua orang mengelilingi bayi tersebut dengan tak terkecuali. Semua menatap bayi mungil itu dengan senyum yang merekah. "Ya ampun lucunyaaa.."
"Ya ampun anak lu lucu banget syaa." Abel histeris saat melihat bayi tersebut. Kulitnya putih bersih, bulu mata lentik serta hidung yang mancun.
Perawat tersebut menggendong bayi laki laki itu dan memberikanya kepada sang ibu. "Ini ibu anaknya selamat yaa anaknya laki-laki sehat sekali, beratnya 3.2kg dan tingginya 56 cm."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGAN
Ficção AdolescenteArgan alfajar seorang pemuda tampan dijodohkan dengan seorang gadis bernama Nasya Aisyah Evalina gadis berhijab yang cantik,sopan, santun, solehah, dan penurut berbanding terbalik dengan Argan sang suami yang bersifat kasar, arogan, urak urakan, ker...
