Permintaan

313 60 54
                                        

"Nggak perlu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nggak perlu."

"Ya?"

"Nggak perlu repot-repot."

Semesta akan beranjak tapi Arin masih menahannya.

"Katanya kamu suka bekal dari kakak. Mulai sekarang biar kakak bikinin bekal."

Semesta memberikan kembali kotak bekal itu pada Arin. Meski tidak tega melihat raut kecewa dari wanita itu, tapi Semesta harus melakukannya. Lebih baik sakit dari sekarang daripada kembali berharap dan kembali sakit pada akhirnya.

"Nggak usah kasih perhatian. Aku bukan siapa-siapa kamu."

Setelahnya mengatakannya Semesta langsung berangkat. Tak peduli lagi jika keluarganya akan kembali menghujat atau papanya akan memarahinya nanti. Sementara Arin masih terdiam di ambang pintu dengan tangan memegang kotak bekal milik Semesta.

"Anaknya nggak mau, ya nggak usah dikasih."

Ucapan Abian membuat Arin melirik sinis pada sahabatnya itu.

"Suka-suka lah. Aku jadi mikir-mikir mau kerja sama kamu."

"Kok gitu?"

"Iya. Sama keluarga sendiri aja nggak ada simpati empati, gimana sama karyawan yang orang asing buat kamu."

"Itu beda..."

"Nggak ada yang beda Bi. Kamu baik ke aku karena aku sahabatmu. Kalau bukan, pasti juga sama aja. Kamu belum bisa profesional."

"Kita udah ngomong, Rin."

"Dan aku udah bilang kalau aku bebas sama pilihan ku. Aku juga bebas pergi kan?"

"Oke...oke...kamu bebas milih kerja sama aku atau bang Cakra asal kamu nggak pergi."

"Kenapa sih Bi?"

"Kenapa apanya?"

"Kenapa nggak lepasin aku? Aku nggak bisa."

"Aku ada pertemuan. Aku berangkat."

Arin menghela nafas. Abian selalu menghindar jika dia ingin membicarakan tentang perasaan lelaki itu. Arin bukan tidak peka dengan semua perhatian yang diberikan Abian. Dia tentu tahu lelaki yang masih menjadi sahabatnya itu menaruh rasa padanya. Padahal dia benar-benar menganggap Abian sebagai sahabatnya, tanpa disertai rasa lainnya.

Kenyataannya memang benar. Lelaki dan perempuan yang bersahabat tidak mungkin jika tidak akan memiliki rasa salah satunya. Tinggal menunggu waktu saja.

 Tinggal menunggu waktu saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SemestaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang