23 Maret 2023 - 29 Maret 2024
INI HANYA FIKTIF BELAKA!
PLEASE, NO PLAGIAT!
Hanya cerita tentang sebuah keluarga.
Berisi tujuh orang bersaudara.
Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada.
.
.
.
Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Backsound chapter ini adalah Ziva - Peri Cintaku Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!
Aku untuk kamu, Kamu untuk aku, Namun semua, apa mungkin? Iman kita yang berbeda.
Tuhan memang satu, Kita yang tak sama.
Happy Reading! Enjoy!
. . .
Seorang laki-laki duduk di depan kemudi mobilnya. Mesin mobil itu mati, jendelanya sengaja dibiarkan terbuka oleh sang pemilik. Lelaki itu sangat tampan memakai topi hitam membuat wajahnya tertutup karena menunduk sedang membaca buku.
Ponselnya berbunyi, membuat senyum manis laki-laki itu merekah hingga memperlihatkan lesung pipitnya. Dia bergegas menutup bukunya, lalu segera keluar dari mobilnya. Senyum Namjoon makin lebar, dia segera berjalan cepat menyongsong seorang perempuan cantik yang sedang berjalan ke arahnya. Setelah sampai Namjoon langsung memeluk perempuan cantik itu dengan erat. Sebuah pemandangan hangat dengan latar gereja yang teduh di belakang mereka.
"Maaf yah Hon kamu nunggu lama," ujar perempuan itu, suaranya teredam karena tenggelam dalam dekapan hangat nan bidang Namjoon.
"Nggak papa, Honey. It's okay." Namjoon mengusap belakang kepala perempuan itu lembut.
"Yaudah ayo ke mobil!" Namjoon menarik tangan perempuan itu lembut menuju mobilnya, tidak lupa membukakan pintu untuk perempuan spesial tersebut.
Namjoon kembali masuk ke mobil. "Seatbelt-nya dipakai dong, Di!" tegas Namjoon sambil memasangkan sabuk pengaman untuk perempuan yang disapa Di tersebut.
Perkenalkan dia Diandra, perempuan berambut sebahu itu adalah perempuan yang berhasil menaklukkan Namjoon. Kecerdasan Diandra saat masa orientasi kampus dulu berhasil membuat Namjoon yang kala itu menjadi panitia tertarik, akhirnya berjalan dengan waktu mereka saling mengenal dekat dan memahami satu sama lain. Namjoon semakin jatuh hati, Diandra tidak hanya cantik dan pintar, tapi hatinya juga baik.
"Kamu udah sarapan? Mau sarapan dulu nggak?" tanya Namjoon perhatian sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Aku udah sarapan, Hon. Kamu udah belum?" tanya Diandra balik.
"Hehe kebetulan belum, Hon." Namjoon tersenyum polos sambil memperlihatkan giginya.
"Iisshh Abang itu yah!! Kebiasaan! Kalo sakit gimana coba?" omel Diandra.
"Untung aku paham kebiasaanmu, aku udah bawa bekal dari rumah buatmu." Diandra terkekeh mengeluarkan satu kotak bekal dari tasnya dan menunjukkannya pada Namjoon.
"Wahh kamu bawain aku bekal, Hon?" tanya Namjoon antusias.
"Heem, nasi goreng ayam cabe ijo. Aku coba resep baru, kamu cobain yah, Hon." Dalam konteks tertentu mereka akan melepaskan panggilan honeynya. Tergantung situasi, tapi seringnya mereka manis satu sama lain.