DOUBLE UP!
Yang belum membaca chapter sebelumnya, silakan membacanya lebih dahulu!
Backsound chapter ini adalah
Salah satu lagu favku Harris J-Promise
Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!
This is for you:
"Thank you for always by my side, Ai."
Having someone to go to
Having someone to love
Having both is a blessing
That was sent from above
Oh, I know that wherever I ll go
You ll be forever in my heart
Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.
"Om, ini ada apa? Abang mana? Katanya mau bahas soal Abang," tanya Jungkook tidak sabar. Malam ini seperti yang om Kris minta, adik-adik Jin dan Alexa sudah berkumpul di ruang kerja Ken. Hanya Rendi yang sudah mengetahui keadaan Jin lebih dulu, makanya Rendi tidak ada di sana. Rendi sudah meluncur ke ruang rawat sahabatnya sejak pulang kantor.
"Mas Tian dan Ken yang akan menjelaskan," jawab om Kris.
"Kata Jin, dia sempat kambuh tadi pagi. Apa benar?" tanya om Tian, semua adik-adik Jin mengangguk.
"Loh, emang Abang kambuh tadi pagi?" tanya Alexa terkejut, mereka sempat berbincang di telepon, tapi Jin tidak bicara apa-apa padanya.
"Iya Kak, maaf karena pagi tadi kita langsung berangkat kegiatan. Joon lupa ngabarin Kakak, malah cuma ngabarin Di." Namjoon menjawab sekaligus minta maaf mewakili saudaranya yang lain.
"Sekarang Abang di mana? Jadi karena kambuh Abang cancel janjinya sore tadi? Kenapa Om nggak langsung bilang ajah yang sebenarnya? Om nyuruh kita kumpul di sini karena Abang harus opname? Iyah?" cerca Alexa, dia hendak berdiri untuk pergi ke tempat yang dia yakin Jin ada di sana.
"Xa! Tenang dulu!" potong Ken tegas, pemuda itu menahan tangan Alexa dan mengisyaratkan agar Alexa kembali duduk ke tempatnya.
"Saraf optik Jin mengalami gangguan, dia tidak bisa melihat." Semua orang terkejut bukan main mendengar apa yang Ken sampaikan.
"Bang! Jangan bercanda! Ini keterlaluan!" tukas Namjoon emosi.
"Gue nggak bercanda! Om Kris mungkin bisa cerita, beliau yang pertama kali mengetahui penglihatan Jin terganggu. Bukan cuma kalian yang terkejut, gue dan Papah juga sama terkejutnya, meski kami tahu sejak awal hal ini memang mungkin saja terjadi," jelas Ken tetap tenang.
"Abang menghubungi Om sore tadi, Abang bilang minta tolong jemput. Awalnya Om kira jemput ke airport, ternyata minta jemput ke makam. Abang ziarah ke makam orang tua kalian dan Bang Radi sepulang meeting. Om kaget ternyata Abang minta jemput karena penglihatan menggelap. Om yang panik langsung membawa Abang ke sini." Semua adik Jin termenung, mata mereka berkaca-kaca. Terutama Yoongi, dia yang paling ngerasa bersalah, karena sore tadi dia menolak permintaan Jin.
"Beres meeting tadi pas nyalain ponsel memang ada catatan panggilan dari Abang. Ya Allah... maafin Joon, Bang. Harusnya Joon nggak matiin ponsel. Abang pasti nelpon mau minta bantuan Joon," gumam Namjoon sedih menyalahkan diri sendiri.
"Jangan nyalahin diri sendiri, Joon!" peringat Hoseok pada adiknya, dia merangkul Namjoon untuk memberi kekuatan.
"Solusinya gimana, Bang?" tanya Jungkook ingin tahu, hatinya sangat tidak tenang mendengar keadaan abang kesayangannya.
"Habis ini kita ke sana buat injek obat, tadi gue tinggal Abang kalian lagi makan. Harusnya gangguan ini cuma sementara, besok atau lusa insya Allah Jin bisa melihat lagi." Mereka sedikit lebih lega mendengar penjelasan Ken.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABANG (END)
Fanfiction23 Maret 2023 - 29 Maret 2024 INI HANYA FIKTIF BELAKA! PLEASE, NO PLAGIAT! Hanya cerita tentang sebuah keluarga. Berisi tujuh orang bersaudara. Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada. . . . Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
