Jangan lupa vote!!! Khusus chapter ini mah kalian yang baca wajib di vote! Karena aku baper plus menguras energi bgt nulis chapter ini wkwkk 🤣
Maaf kemarin eror yah, pada nggak bisa buka, malam ini aku up ulang! 🙏🏻
Backsound chapter ini adalah musik yang ada di multi media atas! Konsernya Om Erwin Gutawa dengan performers Kak Afgan.
Silakan putar sambil membaca chapter ini!
AADC | Ayat-Ayat Cinta | Cinta Sejati
Tiga lagu ini mewakili chapter ini.
....
Ada apa dengan cinta?
Perbedaan aku dan engkau,
Biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah.
🥀
"Terkisahku diantara cinta yang rumit"
Kasih bukan sekedar cinta
"Pengorbanan cinta agung kupertaruhkan"
Bila bahagia mulai menyentuh
"Seakan kubisa hidup lebih lama. Namun harus kutinggalkan cinta ketika kubersujud."
🥀
Cinta melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapapun insan Tuhan pasti tahu
"Cinta Kita Sejati"
Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.
Jin terdiam hening di meja makan sambil menunggu adik-adiknya turun untuk sarapan. Kepalanya dia rebahkan ke meja makan, matanya memejam dengan lengan kanan yang dia jadikan tumpuan. Saat adik-adik Jin turun mereka semua heran karena mengira Jin tertidur.
"Bang?" panggil Jungkook pelan, tangannya menggenggam tangan Jin lembut untuk membangunkan abangnya. Namun Jungkook merasakan ada yang mengganjal, saat tangannya yang menggenggam tangan kanan Jin dia buka ternyata ada sesuatu yang menyita perhatian mereka di sana. Jungkook mengangkat kepalanya untuk menatap abang-abangnya yang lain, hati mereka langsung mecelos seketika. Jari manis tangan kanan Jin terpasang sebuah cincin yang sangat mereka kenali, mereka pernah melihatnya dulu saat abangnya sakit pulang dari Singapura. Cincin nikah yang seharusnya menjadi cincin pernikahan abang mereka dan Ara.
"Abang?" panggil Jimin lagi sambil mengelus kepala Jin lembut, meski sebenarnya dia tidak tega.
"Abang nggak tidur," gumam Jin. Dia membuka matanya, ternyata enam adiknya sudah turun. Dapat mereka lihat mata Jin yang tampak lelah, seperti tidak tidur semalaman.
"Pagi ini Abang gak masak, bibi juga Abang suruh istirahat karena Abang lagi pengen bubur Bang Tigor. Gak papa kan sarapan bubur?" tanya Jin pada semua adiknya.
"Gak papa, Bang. Kita makan apa ajah," jawab Taehyung. Jin bangun dari duduknya hendak menyiapkan bubur itu untuk adik-adiknya. Tapi tangannya langsung di cegah oleh Namjoon.
"Kita bisa sendiri, Bang! Tinggal isi topping doang kan? Makasih Abang udah siapin semuanya," ujar Namjoon, dia menatap Jin dalam, dia menemukan awan mendung di sana.
"Abang juga duduk ajah! Adek yang nyiapin bubur buat Abang." Jungkook bergerak mengambil satu mangkuk bubur dan memberikan topping yang biasanya Jin pakai.
"Silakan, Bang!" Jungkook menyerahkan bubur lengkap itu ke hadapan Jin.
"Makasih, Dek!" ujar Jin seadanya. Mereka mulai berdoa dan sarapan dengan suasana hening. Mereka sungkan untuk memulai pembicaraan, apalagi abang sulung makan dengan jiwa yang tidak ditempatnya.
Sampai akhirnya Jin sendiri yang memecah keheningan, "Hari ini Abang mau keluar seharian bareng Alexa. Jangan ada yang menghubungi Abang seharian ini yah! Maghrib insya Allah Abang udah pulang kok." Mereka semua mengangguk mengiyakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABANG (END)
Fanfiction23 Maret 2023 - 29 Maret 2024 INI HANYA FIKTIF BELAKA! PLEASE, NO PLAGIAT! Hanya cerita tentang sebuah keluarga. Berisi tujuh orang bersaudara. Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada. . . . Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
