Part 33 - Hening dan Kecewa

1K 110 64
                                        

(Cover Baru! Terpantau story Abang ini chapternya baru 36 tapi udah empat kali ganti wkwkk, sangat mengikuti moodnya author)Mian guys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Cover Baru! Terpantau story Abang ini chapternya baru 36 tapi udah empat kali ganti wkwkk, sangat mengikuti moodnya author)
Mian guys. 🙏🏻

Hayoooo! Siapa yang kemaren pada hiperbola pas storynya aku revisi? Njir kaya mau ke mana ajah wkwkk
Ya kecuali mau aku komersilkan ya pasti aku tarik dari wp, ini cuma revisi cuy!

📌
MLD upload besok, 03.08.23 pukul 19.00 WIB.
Full 117 chapter + 1 new chapter!
Selamat Marathon yah!
Nikmatin ajah chapternya!

Sejujurnya hari ini males up, tapi dalam rangka ultahnya pacar aku, jadi aku up deh dipenghujung hari ini. 🤣

(Happy Birthday ganteng, ciee udah 24 wkwkk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Happy Birthday ganteng, ciee udah 24 wkwkk.
All the best for you Love 🤍)

Ohh dan btw guys! Satu lagi!
Mohon maaf sebelumnya. Jangan pada nanya up kapan ke aku yah! Jika aku menghilang lama nggak up up!
Aku adalah author yang semakin ditanya akan semakin males buat lanjutin storynya.
Agak aneh emang wkwkk. 🙏🏻

"Aku mood ya aku nulis, nggak mood ya nggak nulis!" Alesan sih! Intinya tergantung urusan kuliahku, kerjaanku, hidup personalku santuy apa nggak, sempet atau nggak.

Kadang kalo lagi capek aku milih santai ajah nonton anime atau bercengkerama dengan my sketchbook, my canvas dan duniaku yang lainnya. Quality Time sama orang orang tersayang wkwkk

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

Keluarga Wijaya masuk ke dalam ruang rawat Jin setelah mereka mensterilkan diri mereka, termasuk Yoongi sudah membersihkan dirinya. Air mata mereka luruh melihat keadaan abang mereka. Keadaannya cukup mengerikan, banyak alat yang terpasang di badan Jin.

"Bang?" panggil Yoongi dengan suara gemetar. Tangan hangatnya meraih tangan dingin sang abang dan menggenggamnya erat. Dengan hati-hati dia mengecup punggung tangan Jin lembut, air matanya semakin deras, bahkan suara tangisnya terdengar semakin nyaring di telinga adik-adiknya.

ABANG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang