Part 41 - The Power of Abang

957 122 103
                                        

Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wattpad atau author di platform lain, tolong bgt yah saling respect ok guys!JANGAN ASAL NGAMBIL IDE CERITA ORANG LAIN!!! TIDAK AKAN BERKAH!Jika tidak pikiranmu yang Tuhan buntukan! Bagaimana jika ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wattpad atau author di platform lain, tolong bgt yah saling respect ok guys!
JANGAN ASAL NGAMBIL IDE CERITA ORANG LAIN!!!
TIDAK AKAN BERKAH!
Jika tidak pikiranmu yang Tuhan buntukan! Bagaimana jika nanti Tuhan beratkan atau sulitkan langkahmu di aspek hidupmu yang lain karena pemilik ide ceritanya tidak ikhlas? wkwkk. Aamiin Yarobbal Alamiin 🤲🏻

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

"Cuy! Nih!" Ken melemparkan sebuah kunci pada sahabatnya.

'Hap!' Jin menangkapnya tepat sasaran.

"Thanks, Ken, Ren!" Jin tersenyum lebar, wajahnya sangat berseri bertemu kembali dengan pujaan hatinya.

"Gue ngantor dulu!" pamit Rendi.

"Gue juga masuk, ada jadwal visit," pamit Ken.

Mereka bertiga bertos ala laki-laki sebelum bubar. Rendi masuk ke mobilnya untuk berangkat ke Wijaya Corp. dan Ken masuk ke dalam rumah sakit untuk kembali bertugas.

"Wahh, ini beneran Si Ujang, Bang?" decak Jimin melihat motor Harley kesayangan Jin nangkring di basement rumah sakit.

"Kenapa emang? Abang nggak semiskin itu yah, Nchim! Abang udah mampu beli balik kesayangan Abang!" tukas Jin pedas seolah membalas ucapan Jimin beberapa hari lalu.

"Hhppppttt," lima saudara yang lain menahan tawa mereka. Jimin cemberut mendengar ucapan abangnya, dia kira abangnya sudah lupa.

"Abang duluan!" Jin memakai jaket kulit miliknya dengan berwibawa.

"Bang, baru sembuh loh!" peringat Yoongi khawatir. Hari ini hari adalah kepulangan Jin dari rumah sakit tapi pulangnya Jin malah langsung motoran.

"Abang kangen Si Ujang," jawab Jin cuek sambil memakai kaos tangan.

"Kalian bawa koper dan Abang tunggu di rumah!" Jin segera memakai helm hitam pekat yang baru dibelikan Rendi.

"Halo, Sayang," sapa Jin pada pada Si Ujang, dia mengusap stang si ujang dengan lembut.

"Ayo pergi!" ajak Jin sambil menyalakan si ujang dengan perasaan bahagia. Lalu tanpa menghiraukan adik-adiknya dia menjalankan si ujang untuk segera pulang.

"Ckckk galaunya Abang beda banget! Keren!" decak Jungkook kagum.

"Halah!! Anak kecil tahu-tahuan urusan galau, Dek!" Hoseok mengusak rambut Jungkook gemas.

"Yeeuuhhh! Adek udah gede!" seru Jungkook tidak terima.

"Sudahlah ayo pulang! Yang penting Abang udah sembuh," ajak Yoongi pada adik-adiknya.

Jin menikmati angin sejuk pagi hari yang menerpa wajahnya. Sudah lama sekali dia tidak motoran dengan si ujang kesayangannya. Bibirnya mengulas senyum saat melewati jalanan yang cukup lenggang. Jam masuk kantor masih satu jam lagi. Dia sengaja meminta pulang sangat pagi pada Ken, dia rindu motoran pagi-pagi.

ABANG (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang