Part 76 - 💨

640 70 33
                                        

Backsound chapter ini adalahLupakan Cinta - RossaSilakan putar di platform musik yg kalian pakai!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Backsound chapter ini adalah
Lupakan Cinta - Rossa
Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

Jin menatap pemandangan di depannya dengan kosong, lampu gedung-gedung tampak menyala indah karena langit masih gelap. Pemuda itu menarik nafasnya dalam untuk mengumpulkan nyalinya.

"Ada apa, Bang?" tanya om Kris yang duduk di sampingnya. Mereka kini berada di balkon umum rumah sakit, bukan balkon ruang rawat Jin.

"Apa yang mau dibicarakan sampai ngajak ngobrol melipir kayak gini?" lanjutnya bertanya sambil merapikan beanie yang Jin pakai. Udara cukup dingin, karena sekarang baru lewat waktu subuh.

"Hmm...," gumam Jin resah. Om Kris dengan setia menunggu apa yang akan Jin sampaikan.

"Abang mau minta maaf pada Om atas nama Namjoon, adiknya Abang," ujar Jin, jujur saja jantungnya saat ini berdetak sangat kencang.

"Namjoon? Ada apa sama Namjoon, Bang?" tanya om Kris lagi, dia mengerutkan keningnya penasaran. Jin menggigit bibir bawahnya, dia benar-benar gugup untuk membahas soal kekerasan Namjoon di masa lalu terhadap Diandra pada om Kris.

"Masalah perkataan Namjoon tentang Bang Radi saat ribut dengan Di?" tebak om Kris karena Jin terlalu lama berpikir. Jin menggelengkan kepalanya.

"Buk-"

"Pah!!" seru Diandra yang datang tiba-tiba. Gadis itu diam-diam menghembuskan nafasnya lega, untunglah dia datang diwaktu yang tepat.

"Heem? Kenapa, Sayang?" tanyanya.

"Sini duduk!" Om Kris menepuk-nepuk kursi di pinggirnya. Diandra melirik Jin dengan tatapan tajam sebelum duduk di kursi tersebut.

"Kenapa hmm?" tanyanya lagi sambil mengelus kepala putrinya sayang.

"Opa minta Papah dan Mamah ke rumahnya," jawab Diandra mengada-ngada.

"Opa? Kenapa gak langsung telepon ke Papah?" tanya om Kris heran. Tidak biasanya ayahnya seperti itu.

"Di gak tahu, Papah dan Mamah segera kesana saja! Takutnya disana ada apa-apa, gak biasanya Opa ngehubungin subuh-subuh gini." Diandra mencoba meyakinkan sang papah agar segera pergi dari rumah sakit.

"Bener juga, bahaya kalau saingannya Papah kenapa-napa," kekeh om Kris, sempat-sempatnya dia membercandai ayahnya sendiri.

"Ya udah Papah dan Mamah pulang dulu yah, Di, Bang? Nanti kami kembali lagi sore sekalian jemput Abang pulang." Kebetulan nanti sore adalah waktu kepulangan Jin dari rumah sakit.

"Hati-hati yah, Om!" Jin dan Diandra mencium tangan om Kris untuk melepaskan om Kris pulang.

"Jaga Abangnya yah! Kamu libur kan hari ini?" pesan om Kris pada putrinya.

ABANG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang