23 Maret 2023 - 29 Maret 2024
INI HANYA FIKTIF BELAKA!
PLEASE, NO PLAGIAT!
Hanya cerita tentang sebuah keluarga.
Berisi tujuh orang bersaudara.
Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada.
.
.
.
Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Backsound chapter ini adalah Hal Hebat - Govinda Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!
"Belum Tentu Ada yang Seperti Dia."
Happy Reading!! Enjoy! . . .
Ini hari kedua pasca berita pernikahan Diandra dan Abidzar diumumkan, yang berarti lusa adalah hari H acara besar Prasetya Grup dan AK.Corp. Tapi Jin masih tetap dengan keputusannya, kemungkinan dia tidak akan menghadiri acara tersebut meski Abidzar mengundangnya. Dia memikirkan perasaan Namjoon, biarlah dia yang mengalah.
Sayangnya, tubuhnya tidak selaras dengan pikirannya. Pikirannya memang memutuskan untuk tidak datang, tapi tubuhnya membawanya sering melamun. Hatinya tidak dapat berbohong bahwa sejujurnya dia ingin menghadiri acara bahagianya Diandra.
"Bang?"
"Abang?"
"Bang Jin?"
Jin tersadar dari lamunannya setelah beberapa kali dipanggil oleh adik-adiknya. Dia bahkan sampai terperanjat karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri.
"Hah? Maaf-maaf Abang ngelamun. Kenapa-kenapa?" tanya Jin dengan rasa bersalah.
"Mau martabak nggak? Kita mau order lewat ojek online nih." Jungkook menawarkan makanan yang memang sedang dia dan abang-abangnya yang lain inginkan.
"Nggak, Abang nggak boleh makan begituan dulu kata Ken. Kalian pesan untuk kalian ajah! Abang ke dapur dulu mau bikin susu." Jin beranjak dari sofa, dia butuh minuman hangat untuk membuatnya rileks.
"Ada yang mau juga? Biar sekalian Abang buatkan," tawar Jin pada adik-adiknya yang dibalas gelengan kepala kompak. Jin mengangguk paham lalu segera berlalu ke dapur.
"Gimana perasaanmu, Joon?" tanya Hoseok pada adiknya.
"Kayaknya Abang pengen banget dateng tapi nggak enak sama kamu," lanjutnya lagi. Namjoon menghela nafas dalam sebelum menjawabnya.
"Aku nggak masalah kalau Abang mau datang ke acaranya Diandra. Karena aku sadar bahwa semua yang terjadi tidak akan dapat aku perbaiki seperti semula lagi." Namjoon mengakui kesalahan dan ketidakmampuannya, mau bagaimanapun dia tidak akan bisa mengubah keputusan Diandra, dan dia pun tidak bisa menyalahkan abangnya.
"Sorry nih Bang, maaf kalau kesinggung. Coba deh ngomong ke Abang kalau memang Bang Joon nggak keberatan Abang datang ke acaranya Kak Di, biar Abang nggak ngelamun mulu, biar sama-sama enak. Karena sekarang pasti Abang mikirnya Bang Joon bakal marah dan kecewa kalau Abang pergi ke sana nanti lusa." Namjoon mengangguk mendengar saran yang Jimin sampaikan. Dia beranjak dari duduknya untuk menyusul Jin ke dapur, dia memang harus berbicara empat mata dengan dengan abang sulungnya.