Part 34 - Menjadi Abang

1.1K 123 36
                                        

Backsound chapter ini adalah DAWAI - Fadhilah Intan (lagi suka bgt lagu ini)Silakan putar di platform yg kalian pakai!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Backsound chapter ini adalah
DAWAI - Fadhilah Intan (lagi suka bgt lagu ini)
Silakan putar di platform yg kalian pakai!

Mianhae guys yah! Aku undur MLD reupload nggak tahu kapan, masih sisa belum full kelar, masih sibuk bgt diriku, jadi belum kesentuh-sentuh lagi MLD.
Dan ternyata MLD itu 116 chapter bukan 117 chapter, diriku salah ngitung.
Jadi upnya 116 chapter + 1 new chapter.
Tapi nanti upnya tetap serentak full seperti yang pembaca mau.

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

"Assalamualaikum, Abang? Pagi?" sapa Jungkook lembut pada Jin yang masih betah dengan alam bawah sadarnya.

"Udah pagi Bang, mandi dulu yuk!" lanjutnya seolah sedang mengajak anak kecil mandi.

Jimin datang membawa baskom berisi air hangat dan tiga handuk kecil. "Ini, Dek!" ujarnya, mereka mulai dengan lembut mengelap wajah Jin dengan hati-hati, Jungkook dari sebelah kiri dan Hoseok dari sebelah kanan.

"Abang kan paling senang sikat gigi, cepat bangun yah, Bang! Biar ventilatornya dicabut dan Abang bisa sikat gigi sendiri," ujar Jungkook sambil mengelus pipi Jin lembut. Dia terkekeh namun air matanya mengalir begitu saja melihat bibirnya abangnya kering, padahal baru semalam abangnya memakai ventilator tapi efeknya sudah terlihat drastis. Baru semalam abangnya jatuh sakit lagi, tapi wajahnya sudah sepucat ini.

"Jangan nangis, Dek! Abang pasti sedih kalo kita nangis," pinta Hoseok pada Jungkook.

Ada tangan putih mengambil satu handuk yang tersisa, tapi handuk tersebut langsung di rebut oleh Jungkook. Si bungsu keluarga Wijaya itu langsung melemparkan tatapan sinis untuk orang tersebut.

"Bang Yoongi tidak boleh menyentuh Abang!" peringat Jungkook serius dan tajam.

"Jangan berani nyentuh-nyentuh Abang yah, Bang!" peringat Hoseok juga.

"Sini Abang ajah, Dek!" Namjoon mengambil handuk yang tadi mau dipakai Yoongi, tanpa menghiraukan sang abang kedua, mereka bertiga kembali fokus menyeka badan Jin dengan telaten.

Yoongi menatap pemandangan di hadapannya dengan sedih, sebelumnya dia tidak pernah merasa terasingkan seperti ini. Si kembar masuk ke kamar rawat sang abang setelah keluar membeli kopi yang Hoseok dan Namjoon pesan.

"Bang, kopinya di meja yah! Kantin masih sepi, menunya juga belum banyak, pesan online ajah apa yah?" tanya Jimin sambil meletakkan kopi yang dia tenteng.

Namjoon menghentikan sejenak kegiatannya menyeka tangan Jin, lalu menjawab, "Makasih yah, boleh pesen ajah gih!"

"Gak usah! Gue udah bawain kalian sarapan. Nasi uduk Mpok Leni langganan gue," ujar seseorang yang baru masuk ke sana. Rendi datang membawa sarapan untuk semua orang, termasuk untuk dirinya dan Ken yang datang bersamanya juga.

ABANG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang