Part 44 - Diandra

901 109 81
                                        

Guys, maafkan membuat huru hara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Guys, maafkan membuat huru hara. 🙏🏻
Beneran salah up, pertama salah draft, yg kedua kepencet wkwkk

Backsound chapter ini adalah BBB
Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!
Silakan pakai mode putar ulang! Karena lagunya pendek.

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

Sepuluh jari Jin bergerak lincah di atas keyboard laptopnya. Ada segelas susu dingin di meja kerjanya. Dulu biasanya segelas americano dingin teman kerjanya, tapi sejak sakit dia lebih menyukai susu dingin.

Bel ruangan Jin berbunyi, sang empunya menghentikan sejenak pekerjaannya. Dia mengerutkan keningnya bingung.

"Siapa sih? Ribet banget pake pencet bel segala. Kalau Rendi dan tim harusnya nggak perlu pencet bel," keluh Jin tidak habis pikir. Jika pun itu tamu, tidak mungkin tidak diantarkan oleh salah satu timnya.

"Masuk!" perintah Jin lewat intercom pintu, lalu kembali fokus pada laptopnya.

"Assalamualaikum?" suara lembut seorang perempuan menyapa gendang telinga Jin. Saat mengalihkan perhatiannya Jin langsung terkekeh gemas melihat perempuan itu hanya melongokkan kepalanya di celah pintu.

"Waalaikumsalam, masuk sini!" Jin memberi instruksi agar perempuan itu duduk di kursi depan meja kerjanya.

"Di ganggu Abang yah?" tanya Diandra, yang datang menyambangi Jin ternyata Diandra.

"Nggak dong, Abang cuma periksa laporan ajah. Ada beberapa yang harus di cek ulang karena tidak balance," jawab Jin, Diandra mengangguk paham sambil membenarkan selendang hitam yang melorot dari atas kepalanya.

"Kamu kayak tamu ajah pake pencet bel segala, kan Abang udah sebel duluan tadi!" Jin terkekeh menyampaikan unek-uneknya pada Diandra.

"Takut Abang sedang menerima tamu, nanti malah gak sopan," jawab Diandra sambil mencebikkan bibirnya.

"Abang udah makan siang?" tanya Diandra perhatian, Jin mengangguk.

"Sudah minum obat?" tanya Diandra lagi memastikan, Jin juga mengangguk.

"Boleh temenin Di nggak, Bang?" pinta Diandra pada Jin.

"Boleh dong, apa sih yang nggak untuk Adek perempuannya Abang. Mau ditemenin ke mana?" tanya Jin lembut ingin mengetahui tujuannya terlebih dahulu.

"Selesaikan dulu ajah pekerjaan Abang!" putus Diandra.

"Ok, mohon sabar sebentar yah!" pinta Jin tersenyum pada Diandra.

"Di minta cola dingin boleh, Bang?" tanya Diandra sekaligus meminta izin, tapi kakinya sudah berjalan otomatis ke pantry pribadi Jin.

"Boleh, ambil ajah apa pun yang ada di sana!" jawab Jin mengizinkan dengan suara yang keras karena Diandra sudah sampai pantry.

ABANG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang