23 Maret 2023 - 29 Maret 2024
INI HANYA FIKTIF BELAKA!
PLEASE, NO PLAGIAT!
Hanya cerita tentang sebuah keluarga.
Berisi tujuh orang bersaudara.
Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada.
.
.
.
Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
Backsound chapter ini adalah My Heart - Acha Irwansyah Wajib putar lagunya di platform musik yg kalian pakai dengan mode putar ulang karena chapter ini sangat panjang!
Silakan cari posisi yang enak untuk baca chapter ini! Rileks dulu, putar lagu dulu, baru mulai baca! wkwkk 🤣
Happy Reading! Enjoy! . . .
Pagi telah tiba, kediaman keluarga Prasetya sudah ramai karena semua penghuninya sudah berkumpul untuk sarapan. Berbeda dengan kemarin, pagi ini mereka sarapan di meja makan dalam rumah karena cuaca cukup mendung membuat suasana pagi ini dingin sekali.
"Kalian ada rencana apa hari ini?" tanya om Kris sambil menyesap kopi paginya.
"Kita di rumah ajah, Om. Libur-libur mendung enakan di rumah, Adek juga ada makalah yang harus diselesaikan. Jadi mending ngerjain tugas ajah di rumah." Jungkook menjadi orang pertama yang menjawab.
"Kami juga belum ada rencana apa-apa sih, Om. Mau nemenin Abang ajah, kerjaan juga udah diberesin sebelum Abang pulang dari rumah sakit." Yoongi menambahkan sebagai perwakilan para abang yang sudah bekerja regular. Om Kris mengangguk paham.
"Di mau keluar nanti sore, Pah. Mau nemenin Bang Idz cari furniture." Sepertinya hanya Diandra yang memiliki rencana keluar rumah.
Om Kris menengok ke arah Elliana. "Kamu di jemput Mas atau ketemuan di bandara langsung, Sayang?" tanyanya sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya.
"Dijemput Mas, Pah. Kami berangkat ke bandara bersama." Om Kris mengangguk paham. Percakapan itu menarik perhatian Jin.
"Ke Bandara? Kak Ell mau balik US, Kak?" tanya Jin yang tidak dapat memendam rasa penasarannya.
"Heem." Elliana mengangguk, bahu Jin sedikit turun saat mengetahui perempuan yang berhasil membuatnya jatuh hati itu akan segera pergi, entah kapan mereka akan bertemu lagi. Adik-adik Jin yang paham dengan ekspresi abang mereka hanya mampu menghela nafas saja. Tidak dapat membantu apa-apa juga.
"Ckckk, kayaknya nanti Adek harus minta nomornya Kak Ell ke Kak Di deh," batin Jungkook, dia bertekad untuk terus membantu Jin meraih cintanya.
Tidak lama tante Emily datang ke meja makan dari arah dapur dengan membawa sebuah tempat makan tahan panas yang belum ditutup karena tutupnya berada di meja makannya. Tante Emily duduk lalu menutupnya dengan rapi, hal itu mengundang kernyitan penuh tanya dari om Kris.
"Kamu bikin ayam jahe, Mah? Buat siapa? Apalagi pakai acara di simpan di tempat makan segala," tanyanya.
"Buat Mas, Pah. Subuh tadi si Mas chat Mamah minta dibikinin ayam jahe," jawab tante Emily santai sambil menyimpan kotak makan itu ke tas pasangannya. Tapi jawaban santai tante Emily mengundang reaksi tidak santai dari om Kris. Ekspresi wajahnya langsung resah seketika, dia juga langsung menghentikan acara makannya dan segera beranjak dari duduknya. Tapi secepat kilat ditahan oleh tante Emily.