Part 25 - Pengakuan

1K 103 90
                                        

Double Up!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Double Up!!!

Backsound chapter ini adalah Afgan - Dua Hati.
Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!

Maafkan bila cintaku
Tak mungkin ku persembahkan seutuhnya
Maaf bila kau terluka
Karena ku jatuh di dua hati

Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.

"Nak Kenny? Nak Seokjin tidak kanker kan?" tanya om Kris langsung to the point, membuat semua orang terperangah kaget mendengar pertanyaan tersebut.

"Astaga, Papah!!! Mulutnya dijaga!" Diandra menatap papahnya dengan mata tajam.

"Papah hanya memastikan, Di! Papah sangat khawatir," jawab Om Kris tegas.

"Izin menjawab, Om. Belum ada diagnosa akhir. Baru besok akan dilakukan pemeriksaan lengkap. Insya Allah bukan kanker, mohon doanya," jawab Ken diplomatis sama seperti jawaban sebelumnya ketika ditanya Namjoon dan Hoseok.

"Amin, semoga hasilnya baik besok," ujar om Kris mengungkapkan harapannya. Dia kembali mengelus kepala Jin sayang, dia teramat menyayangi anak laki-laki itu.

Si kembar maju dan duduk di kursi bekas Ken dan Rendi. Jimin memegang tangan kanan sang abang dan menciumnya lembut.

"Cepet sembuh, Bang! Jangan bikin kita semua khawatir!" air mata Jimin mengalir dengan deras.

"Tae udah sering bilang ini kalo Abang sakit. Tolong jangan bikin kita ketakutan begini, Bang!" Taehyung memeluk kaki Jin dan menatap wajah abangnya dari arah bawah.

Hoseok dan Ayana maju memeluk mereka berdua untuk menenangkan dan meredakan tangis mereka. Jungkook masih mematung di tempatnya dan Ken maju memeluk adik bungsu sahabatnya. Begitu dia masuk ke pelukan Ken tangisnya pecah. Tidak bisa di bohongi, hatinya sakit melihat abangnya begini meski tadi pagi bahkan dia masih mode marah pada abangnya itu.

Hanya Rendi yang diam memperhatikan respons Yoongi yang tidak biasanya. Karena biasanya jika abangnya sakit dia adalah orang paling heboh dan panik. Yoongi cukup trauma dengan kejadian alergi Jin saat SMA dulu, jadi sikap Yoongi yang terlalu santai terasa janggal di mata Rendi. Dia ingin mencari tahu, tapi enggan karena mau fokus dulu pada pemeriksaan Jin besok.

Suasana ruang rawat Jin jadi hening. Mereka hanyut dengan doa dan pikiran masing-masing.

"Sayang, Papah harus pulang, Mamah minta di jemput dari rumah Oma. Kamu mau pulang bareng Papah?" tanya Om Kris pada Diandra.

"Om, boleh Di aku ajah yang antar pulang? Aku mau ada urusan dulu dengan Di," malah Namjoon yang menjawab sekaligus minta izin.

"Boleh dong, kayak baru kenal ajah kamu sama Om. Titip Di yah! Hati-hati nanti bawa mobilnya!" pesan Om Kris layaknya seorang ayah pada umumnya. Dia maju memeluk anak gadisnya lalu berpamitan pada yang lain.

ABANG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang