23 Maret 2023 - 29 Maret 2024
INI HANYA FIKTIF BELAKA!
PLEASE, NO PLAGIAT!
Hanya cerita tentang sebuah keluarga.
Berisi tujuh orang bersaudara.
Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada.
.
.
.
Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Backsound chapter ini adalah Noah - Semua Tentang Kita Silakan putar di platform musik yg kalian pakai!
Happy Reading! Enjoy! . . .
"Bang Yoon hari ini kerja nggak?" tanya Jungkook sambil menyuapkan roti ke dalam mulutnya, Wijaya bersaudara tengah sarapan di ruang makan kediaman megah milik mereka.
"Kerja, kan udah dari tiga hari lalu gue masuk kerja." Adik-adiknya mengangguk mengerti, Yoongi sudah sangat sehat.
"Udah seminggu lewat dari Bang Yoon pulang dari rumah sakit, udah sebelas hari juga dari yang Abang janjiin, kok Abang belum pulang juga yah?" Taehyung bertanya-tanya karena Jin tidak kunjung pulang.
"Abang kan selalu ngabarin kita setiap hari, gak usah terlalu khawatir!" Yoongi sebagai yang tertua berusaha menenangkan adik-adiknya meski sejujurnya dia juga tidak tenang.
"Perasaan Adek nggak tenang sejak Abang berangkat ke Singapura. Mana Abang selalu nolak setiap kita ajak video call. Kan aneh banget!" Pendapat yang abang-abangnya benarkan dan pertanyakan juga.
"Sebenarnya aku juga ngerasain apa yang Adek rasain," timpal Namjoon berterus terang.
"Kayaknya ini dirasain sama kita semua deh," sahut Jimin yang diangguki oleh semua saudara-saudaranya.
Mereka jadi terdiam hening sambil meneruskan kegiatan sarapan mereka hingga selesai. Saat mereka hendak berangkat berkegiatan. Ponsel Yoongi berbunyi, nomor Jin muncul di ponsel pintarnya.
"Abang," beritahu Yoongi pada adik-adiknya.
"Angkat, Bang! Loudspeaker!" pinta Hoseok tidak sabar, Yoongi mengangguk menurutinya.
"Abang?" sapa mereka heboh dengan semangat empat lima.
"Boleh—" semangat mereka yang membara langsung redup saat mendengar suara Jin yang terdengar lirih dengan nafas tidak teratur.
"Bang?" panggil Jungkook cemas, dia merebut ponsel Yoongi agar bisa lebih jelas mendengar suara Jin.
"Tinggalin kegiatan kalian hari ini! Tolong ke rumah sakit milik Ken, Abang butuh kalian!" itu bukan suara Jin, tapi suara om Kris yang meminta mereka segera ke rumah sakit.
Tanpa berpikir panjang dan banyak tanya, mereka meninggalkan meja makan yang masih berantakan begitu saja. Mereka menuju rumah sakit menggunakan mobil Yoongi dan Hoseok. Jarak rumah dan rumah sakit sebenarnya hanya memerlukan waktu dua puluh lima menit, tapi karena jam masuk kerja jalanan lumayan padat. Hal itu membuat adik-adik Jin resah dan tidak sabaran.
Begitu sampai rumah sakit, mereka berenam berlarian heboh dan rusuh menuju ruang rawat yang biasa Jin pakai. Tapi saat sampai di sana ruangan itu kosong. Untungnya mereka bertemu dengan dr. Ferdi di lantai tersebut, dr. Ferdi memberi tahu ruang rawat mana yang abang mereka gunakan.