Maaf sahur kemarin gak jadi update, karena diriku gak kebangun buat sahur ternyata. 🙏🏻
Maaf juga jika chapter ini typo bertebaran, tidak punya energi buat cek secara detail soalnya.
Backsound chapter ini adalah
Mahalini - Bawa Dia Kembali
Silakan putar di platform musik yg kalian pakai dengan mode putar ulang!
Happy Reading!
Enjoy!
.
.
.
"Bangun! Om tahu kamu tidak pingsan!" perintah om Kris tegas penuh penekanan. Perlahan namun pasti Jin membuka matanya dan mata tersebut langsung bersitatap dengan mata tajam om Kris.
"Kenapa kamu melakukan ini?" lanjut om Kris bertanya masih dengan mata tajamnya. Jin bangun dari tidurnya dan turun dari tempat tidur lalu berdiri berhadapan dengan om Kris.
"Maaf, Om. Maaf, Abang tahu Abang salah," ujar Jin, lalu dia mengambil nafas panjang. Dia sangat sadar apa yang dia lakukan beberapa saat lalu bukanlah tindakan yang benar.
"Kenapa?" tuntut om Kris dengan nada datar namun tajam.
"Abang cemburu, Om," jawab Jin jujur, dia menatap mata om Kris dalam dengan mata yang mulai berkaca.
"Abang cemburu karena Adek dan Yoongi lebih dulu memanggil Om papah, padahal Abang yang jauh lebih dulu dekat dengan Om. Abang cemburu saat menyadari adek-adek Abang ternyata mulai dekat sekali dengan Om. Entah sejak kapan mereka mulai dekat dengan Om, tapi yang pasti, untuk pertama kalinya perasaan Abang tidak nyaman melihat kebahagiaan mereka." Om Kris menghembuskan nafasnya kasar, dia memilih tidak memotongnya dan membiarkan Jin mengungkapkan semua perasaannya.
"Berawal dari pertemuan Abang dengan calon suami Kak Ell, entah kenapa Abang langsung merasa tersisihkan. Tapi Abang mencoba terima dan mengendalikan perasaan Abang, karena Abang tidak tahu sejarah Om dengannya, Abang tahu diri dan Abang tahu tidak berhak untuk merasa iri." Om Kris memejamkan matanya sejenak, dia sudah menyadarinya dari bisikan calon suami Elliana sebelum dia pulang.
"Tapi dengan adek-adek Abang sendiri, Abang gak bisa nggak iri, Om! Rasanya jauh lebih menyesakkan dan tidak nyaman dibanding saat Abang cemburu pada calon suami Kak Ell." Jin mengedipkan matanya bersamaan dengan air mata yang luruh dari sana.
"Abang tahu Abang egois! Abang ingin dimengerti oleh mereka meski mereka tidak wajib melakukannya. Tapi mereka tahu kecemburuan Abang, Om! Malam hari pasca Abang bertemu dengan calon suami Kak Ell Abang cerita sama mereka soal perasaan Abang. Tidakkah mereka berpikir bahwa Abang juga bisa cemburu pada mereka? Bahkan tidak ada selang seharipun dari malam tersebut, hari berikutnya Adek udah manggil Om papah." Jin menunduk sejenak untuk membersihkan air mata dari wajahnya.
"Maaf, Om. Maaf Abang mencari perhatian Om dengan cara yang salah," pungkas Jin penuh penyesalan dan kembali mengangkat kepalanya untuk kontak mata langsung dengan om Kris. Sebetulnya, perasaannya terlalu kompleks untuk dia jelaskan. Jika saja dia bisa, dia juga tidak ingin merasakan cemburu dan iri pada adik-adiknya seperti ini.
"Om tahu dan sadar kalau kamu cemburu pada Mas. Tapi tidak Om sangka kamu bisa cemburu juga pada adik-adikmu dan mengekspresikannya dengan cara begini!" Hati Jin terasa perih, karena panggilan abang ditanggalkan dengan sengaja oleh om Kris.
"Cemburu itu manusiawi, tapi jangan diekspresikan dengan cara yang negatif!" tegas om Kris menatap mata Jin tajam penuh teguran.
"Maaf, Om. Abang benar-benar minta maaf," ujar Jin menyesal dengan air mata yang semakin luruh. Jin kembali menundukkan kepalanya, kali ini dia menunduk karena malu.
Om Kris memicingkan matanya, dimatanya kini dia malah melihat sosok anak sulungnya yang tengah mimisan hebat. Nafasnya mulai terasa berat tapi om Kris berusaha semaksimal mungkin mengendalikan dirinya. Selang beberapa detik setelahnya Jin kembali tampak nyata di matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABANG (END)
Fanfiction23 Maret 2023 - 29 Maret 2024 INI HANYA FIKTIF BELAKA! PLEASE, NO PLAGIAT! Hanya cerita tentang sebuah keluarga. Berisi tujuh orang bersaudara. Hidup bersama sejak orang tua mereka tiada. . . . Jika ada yang mampir ke sini sesama creator/author wa...
