Tiga hari berlalu, akhirnya jennie dipindahkan ke ruang inap VIP. Ia masih tidak sadar tapi kondisinya perlahan membaik.
Jisoo tengah duduk di taman rumah sakit, ia membuka ponsel miliknya yang sudah seminggu ini tidak pernah disentuhnya.
Terdapat pesan dari beberapa rekan kantornya dan satu nama yang berhasil membuat ekspresi wajahnya berubah.
Ia melihat banyak pesan dan panggilan dari orang yang masih berstatus sebagai pacarnya itu.
Jisoo memutuskan mendial nomor haein, ia ingin meminta penjelasan akan fakta yang disampaikan lisa kepadanya beberapa hari yang lalu.
"Yeoboseyo" sapa seorang pria diseberang sana.
"Dimana pemilik ponsel ini?" jisoo menyadari suara itu bukanlah milik haein.
"Pria ini sedang mabuk berat nona, tolong datang kemari. Kurasa dia tidak bisa pulang sendiri".
Pria itu mulai memberitahu alamat sebuah club lalu menutup panggilan.
Jisoo enggan kesana tapi ia harus mencari kebenarannya. Jisoo memutuskan menghubungi sehun, ia tidak berani datang ke club seorang diri.
Setelah beberapa menit, mobil sehun tiba di depan sebuah club yang cukup populer di kalangan masyarakat korea.
Jisoo mulai melangkah masuk, diikuti oleh sehun dibelakangnya.
Keduanya terus menatap sekeliling hingga menemukan sosok haein yang tengah duduk sendiri di sofa.
"Sooyaa" haein tersenyum melihat sosok jisoo ada dihadapannya. Selama beberapa hari ini, pikirannya kacau karena memikirkan jisoo.
Jisoo mulai mendekat dan duduk di samping haein.
Perasaan jisoo masih sama, ia masih menyukai haein. Meskipun mengetahui fakta bahwa haein adalah seorang mafia, ia seakan tidak peduli.
Tapi ia harus memastikan satu hal, apakah haein terlibat dalam kasus kecelakaan adiknya atau tidak.
"Aku sangat merindukanmu" haein menggenggam tangan jisoo.
Sehun merasa geram menyaksikan tingkah haein, tapi ia berusaha menahan amarahnya karena jisoo sudah berpesan agar tidak membuat keributan.
Rose, lisa, jungkook, dan sehun mengetahui fakta tentang haein. Mereka semua yakin bahwa dalang dibalik kecelakaan itu adalah haein. Berbeda dengan jisoo, ia masih ragu dan berniat menanyakannya secara langsung kepada haein.
Polisi telah menangkap pengemudi yang menyebabkan mobil jennie kecelakaan.
Pria itu mengaku bahwa ia mengantuk dan tidak menyadari mobilnya bergerak ke jalur yang berlawanan.
Fakta ini yang membuat jisoo sedikit terpengaruh.
Sehun memberikan kode kepada jisoo agar segera menanyakan hal itu.
"Haein ah" panggil jisoo.
"Hmm" kesadaran haein sudah buyar, dia mulai merasakan kantuk yang luar biasa.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?".
Haein tidak memberikan respon apapun, jisoo dan sehun menghembuskan nafas pasrah. Keduanya hendak beranjak dari sana, tiba-tiba suara haein kembali terdengar.
"Aku takut kau meninggalkanku saat mengetahui faktanya sooyaa. Aku adalah seorang mafia, dan adikmu itu telah berusaha mengulik informasi pribadiku. Jadi aku berikan peringatan kecil kepadanya. Aku tidak berniat menyakitinya karna belum mengetahui apapun, tapi pria bodoh itu membuat kesalahan yang mengakibatkan jennie terluka" haein mengeluarkan seluruh isi hatinya, ia melupakan fakta bahwa jisoo tengah mendengar kata demi kata yang keluar dari mulutnya.
"Brengsek, aku tadinya berniat memaafkanmu. Setelah mengetahui fakta bahwa kau adalah penyebab dari kecelakaan yang dialami oleh jennie, aku menarik niatku" jisoo menampar wajah haein dan berlalu pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kim
FanfictionKim hyu bin dan son ye jin adalah sepasang suami istri yang terkenal karena kekayaannya yang melimpah. Mereka merupakan orang nomor satu yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Korea Selatan. Keduanya di karuniai empat orang putri yang tumbuh dewasa...
