70

619 58 0
                                        

Pukul setengah delapan pagi, terdengar suara bel berbunyi.

"Kau berpakaian seperti ini untuk rapat?" eunwoo bertanya ketika sosok jisoo terlihat.
"Aku akan balik korea" jisoo kembali masuk untuk merapikan beberapa barangnya yang memang baru dibelinya saat tiba di kota paris.

"Kenapa tiba-tiba sekali?" eunwoo heran pasalnya jisoo tidak mengatakan apa-apa semalam.
"Jennie sakit. Mianhae, aku lupa mengabarimu semalam".

"Penerbanganmu jam berapa?"
"Belum tahu, aku baru ingin mengecek jadwal penerbangan ke korea".

"Kau belum memesan tiket?".
"Ne".

"Kalau begitu pakai jet pribadi milikku saja, bagaimana?".
"Tidak perlu, akan sangat merepotkan dirimu".

"Apanya yang merepotkan? kau lupa jika aku pacarmu, jadi anggap saja jika jet itu juga milikmu".
"Mana bisa seperti itu tuan eunwoo terhormat".

"Ya terserah, aku hubungi pilotnya dulu".
"Hmmm" jisoo hanya pasrah dengan sikap pacarnya itu.

Setengah jam berlalu, tepatnya pukul delapan, jisoo dan eunwoo berjalan berdampingan memasuki mobil yang terparkir di basement apartemen.

"Kita mampir dulu ke hotelmu".
"Hotelku?".

"Maksudku hotel ayahmu".
"Hotel Del Luna? ngapain?".

"Ya. Sehun nginap di sana".
"Ahh arraseo".

Eunwoo segera melajukan mobilnya menuju ke lokasi tersebut.

Setengah jam menempuh perjalanan, akhirnya mobil itu tiba di parkiran hotel.

"Tunggu bentar ya" jisoo mengambil tas yang berisikan beberapa dokumen.
"Biar aku yang bawa" eunwoo mengambil alih dan segera turun dari mobilnya.

"Aku hanya sebentar, tunggu di mobil saja".
"Kamar berapa?".

"201".

Eunwoo hanya mengangguk lalu menggandeng tangan kiri jisoo, sementara tas tadi ia tenteng di tangan kiri miliknya.

Jisoo terkejut akan kelakuan eunwoo yang tiba-tiba menggenggam tangannya dan menariknya lembut.

Saat memasuki hotel, beberapa orang tampak menatap ke arah keduanya.

"Selamat pagi tuan eunwoo" pegawai hotel menyapa, mereka tahu akan status eunwoo yang memang beberapa kali datang ke acara perayaan ulang tahun hotel tersebut.
"Pagi" eunwoo menjawab beberapa sapaan itu dengan ramah.

"Tuan ingin di kamar VIP?" manajer hotel yang baru saja tiba menghampiri eunwoo.
"Boleh, tapi jangan bilang papaku eoh?"

"Heh!" jisoo melongo mendengarnya.
"Hahaha, bercanda. Aku tidak ingin memesan kamar Daniel, hanya mengunjungi teman".

"Ahh maaf, saya kira tuan ingin bersantai".
"Tunggu tanggal mainnya".

"Cha eunwoo!".
"Iya iya, aku duluan ya daniel pacarku ini sangat galak".

Jisoo melepaskan genggaman tangan eunwoo dan berjalan lebih dulu. Eunwoo terkekeh dan segera berlari-lari kecil menyusul sang kekasih.

Daniel hanya tersenyum melihat tingkah keduanya pasalnya ini kali pertama dirinya melihat anak bosnya itu bersama dengan seorang wanita.

"Lantai berapa?" tanya jisoo ketika memasuki lift. Eunwoo yang notabenenya adalah anak pemilik hotel tentunya tahu akan seluk beluk dari hotel tersebut.
"Lantai 5".

Jisoo segera memencet tombol angka 5 dan pintu lift pun tertutup.

"Kau marah?".
"Punya mulut itu dijaga".

"Aku hanya bercanda. Maaf ya?".

Jisoo tetap diam hingga pintu itu terbuka dan ia segera melangkah mencari nomor kamar milik sehun.

Ting tong
Ting tong

"Kau sendiri?" tanya sehun ketika membuka pintu.
"Ada eunwoo" jisoo menunjuk sang pacar yang berjalan ke arahnya.

"Halo bro, apa kabar?" sapa sehun ramah.
"Baik. Kamu gimana?".

"Sama aja. Masuk dulu eoh?" sehun memang sudah tahu akan hubungan keduanya.
"Igeo, aku buru-buru sehun ah" jisoo mengambil tas dari tangan eunwoo dan menyerahkan kepada sehun.

"Kau sudah dapat tiket? jam berapa?".
"Dia naik jet pribadi milikku" eunwoo yang menjawab.

"Asik ya punya pacar kaya raya".
"Yak kim sehun!" jisoo menggeplak kepala sehun.

"Aww".
"Rasain".

"Hati-hati ya bro, bisa-bisa nyawamu melayang" sehun menatap eunwoo.
"Hahaha, aku tidak keberatan asal bisa bersamanya" eunwoo berucap sambil tersenyum tipis.

"Peletmu ampuh juga jisoo ya".
"Sialan. Aku pamit eoh?" jisoo tidak ingin memperpanjang.

"Arraseo. Hati-hati dijalan".
"Ne".

Keduanya pun berpamitan dan segera melangkah ke arah lift.

"Eunwoo?" tiba-tiba sosok perempuan masuk ke dalam lift dan bergabung dengan keduanya.
"Ahh so hee. Apa kabar?" eunwoo menjawab ramah.

"Baik. Sudah lama sekali aku tidak melihatmu eunwoo ya".
"Hmm begitulah" eunwoo melirik ke arah jisoo yang tampak bodoh amat dan asik memainkan handphonenya.

"Kenalin, pacarku" eunwoo merangkul pundak jisoo dan tersenyum bangga. Jisoo pun menghentikan kegiatannya dan menatap wajah eunwoo.
"Pacar?" han so hee menatap ke arah jisoo.

"Dia teman satu sekolah yang" eunwoo memberitahu jisoo.
"Jisoo" jisoo pun mengangguk dan memperkenalkan dirinya dengan ramah.

"So hee, salam kenal" han so hee membalasnya dengan senyuman dan tidak lama pintu lift terbuka.
"Kami duluan eoh?" pamit eunwoo.

"Ne" ucapnya. "Bisa-bisanya dia memperkenalkan pacarnya kepadaku" kesal han so hee yang melihat eunwoo tengah menggandeng tangan jisoo.

Eunwoo dan jisoo pun melangkah menuju parkiran mobilnya.

"Kau tidak penasaran dengan yeoja tadi?" tanya eunwoo ketika mobilnya sudah membelah jalanan.
"Ani, bukankah dia teman SMA mu?".

"Benar. Tapi sebenarnya dia naksir denganku sedari dulu".
"Kepedean".

"Benar kok, tanya jungkook kalau tidak percaya".
"Yasudah, lagian itu sudah masa lalu".

"Dia masih suka sampai sekarang. Kau tidak lihat ekspresi wajahnya tadi?".
"Terus kenapa tidak pacaran dengannya saja?".

"Aniyo, aku tidak menyukainya".
"Yasudah, tidak perlu dibahas".

"Aku hanya memberitahumu bahwa banyak sekali wanita yang naksir denganku".
"Terserah".

"Tapi tenaga saja, hatiku tetap hanya untuk kim jisoo seorang".
"Lama lama aku muak mendengarmu seperti ini. Bersikaplah seperti biasa saja, jangan ikut-ikutan dengan tingkah taehyung".

"Kau tidak suka? arraseo aku tidak akan melakukannya lagi".
"Bukannya begitu, tampang mu sangat tidak cocok dengan kalimat-kalimat seperti itu eunwoo ya".

"Arraseo, akan ku ingat" eunwoo terdiam, pasalnya takut sang kekasih terganggu dengan tingkahnya.

Tidak ada lagi pembicaraan hingga mobil eunwoo tiba di halaman mansion miliknya.

"Eunwoo ya" panggil jisoo tapi tidak didengar oleh sang kekasih.

Eunwoo yang sudah keluar segera berbalik dan melangkah ke pintu sebelah.

"Ayok" eunwoo membuka pintu jisoo dan mengajaknya keluar.
"Mianhae".

"Kenapa minta maaf?".
"Maaf jika ucapanku keterlaluan, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu".

"Aigoo, aku tidak keberatan sama sekali jisoo ya. Tidak perlu minta maaf".
"Pokoknya aku minta maaf eoh?".

"Arraseo" eunwoo mengangguk dan tersenyum.
"Gomawo" jisoo segera keluar dari mobil.

Keduanya berjalan beriringan memasuki mansion lalu segera menuju ke area pendaratan jet pribadi yang seluas lapangan sepakbola.

°°°

Keluarga KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang