Siang hari, suasana mansion tampak sepi. Hanya tiga orang gadis yang tengah duduk di sofa ruang tengah sambil fokus pada handphone masing-masing.
Ting tong
Ting tong
"Ada orang tu lisa" hingga suara bel memecah fokus mereka.
"Kau saja yang buka, aku mager".
"Kau pikir aku tidak?".
"Terus kenapa menyuruhku?".
"Karena kau lebih mudah dariku".
"Yak, umur kita hanya selisih sedikit bodoh".
"Bodoh? Kau mengataiku bodoh?" rose yang awalnya baring di sisi sofa memilih untuk bangkit dan menatap ke arah lisa yang masih fokus pada layar handphonenya.
"Aniyo" ia seakan-akan tidak pernah mengatakan hal tersebut.
"Apa-apaan kau ini? Apa kau mengalami amnesia?" sindirnya.
"Kau menyumpahiku?" Lisa akhirnya bangkit dari posisinya yang hampir sama dengan rose tadi, ia menatap tajam ke arah rose.
"Hentikan perdebatan kalian yang sangat tidak berfaedah ini" jennie akhirnya bersuara karena merasa muak dengan adu mulut keduanya ditambah suara bel yang sedari tadi terus berbunyi.
"Dia mengataiku eonni" adu lisa.
"Kau yang mengataiku lebih dulu".
"Kau".
"Kau".
Terjadi aksi saling tuduh satu sama lain.
"Stopp!!!" emosi jennie benar-benar meledak.
Rose dan lisa seketika diam mendengar suara jennie yang amat menakutkan.
"Cepat bukakan pintu".
"Ne eonni" rose dan lisa menjawab kompak dan keduanya segera bangkit dari tempat duduknya.
"Non, ada seorang namja di depan" baru saja hendak melangkah, tiba-tiba salah satu maid menghampiri keduanya.
"Siapa bi?" tanya lisa.
"Saya baru pertama kali melihatnya non, dan katanya dia ingin menemui nona jisoo".
"Arraseo, terimakasih bi" jennie bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu utama.
Maid itu pun segera kembali masuk ke area dapur. Ia tadinya sedang membersihkan area taman dan saat hendak masuk ia mendengar suara bel yang berbunyi terus menerus maka dari itu ia segera melangkah ke pintu depan.
"Jennie ya" pria itu tersenyum tipis melihat sosok di depannya.
"Ada apa?" ucap jennie to the point.
"Aku ingin menemui jisoo".
"Dia tidak dalam mood yang baik, bisa-bisa kau jadi pelampiasannya".
"Gwenchana, aku hanya ingin menemuinya sebelum kembali ke paris".
"Arraseo, masuklah".
"Eunwoo oppa?" ucap lisa.
"Annyeong lisa ya, rose ya".
"Annyeong oppa".
"Maaf menganggu, tapi aku hanya ingin menemui eonni kalian sebentar".
"Ahh kami mengerti oppa, tapi jisoo eonni~".
"Gwenchana, jennie sudah memberitahu tadi".
"Arraseo".
"Di mana kamarnya? Aku akan menghampirinya".
"Lantai 2, kamar kedua sebelah kanan" ucap lisa santai sebelum kembali duduk di sofa sambil bermain handphone.
"Dasar kim lisa" rose berdecak sebal pasalnya dengan mudah saudara kembarnya itu memberitahu letak kamar sang kakak.
"Gomawo lisa ya" tanpa menunggu lama, eunwoo segera melangkah ke arah tangga.
"Cha eunwoo!" Baru saja menginjakkan kaki di anak tangga pertama, suara jennie terdengar.
"Ne?" Iapun berhenti dan berbalik menatap ke arah jennie.
"Kau mau kemana eoh?".
"Tentu saja kamar jisoo" eunwoo berucap sambil sedikit tersenyum.
"Siapa yang mengizinkanmu?".
"Ne?" eunwoo seketika tersadar bahwa ia belum meminta izin, ia hanya menyimpulkan sendiri dari jawaban lisa yang terkesan tidak mempermasalahkan.
"Aku bertanya, siapa yang mengizinkanmu cha eunwoo!" nada suara jennie tidak lagi bersahabat.
"Mianhae jennie ya, aku memang bersalah karena sudah lancang tanpa meminta izin terlebih dahulu".
"Memangnya siapa dirimu, berani sekali ingin memasuki kamar eonniku" sindiran pedas dari mulut jennie berhasil membungkam mulut eunwoo. Ia tidak tahu harus berkata apa.
Rose hanya diam, ia tidak berniat membantu eunwoo pasalnya dirinya amat setuju dengan jennie.
"Jennie eonni, sudahlah. Kau tidak lihat eunwoo oppa sudah ketakutan karenamu" lisa akhirnya bersuara karena tidak tega melihat ekspresi wajah eunwoo yang amat memprihatinkan.
"Kau harus menjaga batasan jika ingin tetap dekat dengan eonniku, jika tidak maka menjauhlah darinya sebelum kalian semakin dekat".
"Arraseo jennie, aku benar-benar menyesal".
"Hmm, kau tunggu disini. Biar aku yang memanggil jisoo eonni" emosi jennie akhirnya mereda.
"Ne, gomawo".
"Duduk saja oppa" ucap lisa ketika melihat sosok jennie yang mulai menaiki anak tangga.
"Arraseo".
"Lagian kenapa respon jennie eonni sebegitunya sih?" tanya lisa kepada rose.
"Kau lupa dengan kebiasaan jisoo eonni?".
"Maksudnya?".
"Saat dia tidur siang".
Lisa tampak berpikir dan mengingat tentang perkataan rose, sementara eunwoo diam membisu di kursinya.
"Omo!".
"Bagaimana menurutmu?".
"Yak oppa! Kau sangat tidak sopan tadi!".
"Ne, aku tahu lisa ya. Tapi aku tidak ada maksud apapun kok, aku hanya ingin berbicara dengan jisoo, tidak lebih".
"Tapi tetap saja, siapa yang menjamin kalau kau tidak tergiur setelah melihat~".
"Kim lisa!" rose buru-buru membekap mulut adiknya itu.
"Apa yang kau katakan lisa ya?".
"Lupakan oppa, dia memang aneh".
"Kenapa kau menghentikanku?".
"Kau hampir saja membongkar salah satu kebiasaan jisoo eonni yang hanya diketahui oleh kita".
"Ahh, mianhae. Aku tidak sadar".
"Ne, berhati-hatilah".
Sementara itu, jennie tampak berdiri di depan pintu kamar milik jisoo. Ia sebenarnya ragu untuk masuk, mengingat respon sang kakak atas keputusannya tadi pagi.
"Eonni" panggil jennie sambil mengetuk pintu.
Tidak ada respon apapun dari dalam, ia memutuskan untuk memutar knop pintu dan pintu kamar pun terbuka.
Ia melangkah perlahan, pemandangan pertama yang dia lihat adalah sang kakak yang tampak tertidur pulas di atas kasurnya.
Jennie melangkah hati-hati agar tidur jisoo tidak terusik.
"Aigoo, sudah lama aku tidak melihatmu tidur siang seperti ini eonni".
Inilah alasan kenapa ia sangat marah saat eunwoo hendak mengunjungi kamar jisoo. Ia khawatir jika sang kakak sedang tidur siang dan kebiasaannya masih tetap sama yaitu hanya mengenakan celana pendek serta tank top crop.
"Pria mana yang tidak tergoda melihatmu seperti ini eonni, maka dari itu tetaplah berpakaian tertutup seperti biasanya".
Jisoo memiliki kebiasaan berpakaian yang terkesan tertutup. Ia sangat jarang/hampir tidak pernah mengenakan celana pendek, serta baju sexy saat di luar rumah, kecuali di saat tertentu. Tapi hal ini berbeda saat ia sedang tidur siang, entah bagaimana bisa kebiasaannya ini muncul dan pastinya hanya diketahui oleh ketiga saudaranya yang tidak mempermasalahkan hal ini karena hanya mereka saja yang melihatnya. Kedua orangtuanya tidak mengetahui akan kebiasaannya ini, tapi tentu saja mereka pernah melihat jisoo berpakaian agak terbuka jika sedang di rumah.
"Aku tidak tega membangunkannya" jennie mencium singkat pipi kiri jisoo dan segera melangkah keluar menuju ke lantai pertama.
"Jisoo eonni mana." tanya rose, walaupun ia sudah menduga.
"Dia tidur, aku tidak tega membangunkannya".
"Ahh kalau begitu aku pamit saja, aku akan mampir besok pagi sebelum ke paris".
"Kalau tidak buru-buru, oppa bisa menunggunya bangun. Jisoo eonni tidak akan tidur siang lebih dari satu jam.
"Kalau begitu aku akan menunggunya".
"Apa jisoo eonni baru saja tidur?".
"Kurasa tidak, aku melihat alarmnya pukul setengah dua, artinya ia tertidur sekitar pukul setengah satu" jawab jennie.
"Ahh arraseo eonni".
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kim
Fiksi PenggemarKim hyu bin dan son ye jin adalah sepasang suami istri yang terkenal karena kekayaannya yang melimpah. Mereka merupakan orang nomor satu yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Korea Selatan. Keduanya di karuniai empat orang putri yang tumbuh dewasa...
