72

673 72 7
                                        

Malam hari, suasana mansion tampak kembali ramai. Tiga orang yeoja tampak tengah asik menonton film dan mengobrol santai.

"Makan malam sudah siap" teriak son ye jin dari arah meja makan.
"Ne eomma" ketiganya sontak beranjak dari duduknya dan menghampiri kedua orangtuanya yang sudah duduk rapi di meja makan.

"Kau sudah baikan jennie ya?" tanya sang ayah.
"Ne appa" jennie menjawab sambil tersenyum.

"Dia memang hanya rindu dengan jisoo eonni" celetuk lisa.
"Aigoo" kim hyun bin terkekeh dibuatnya.

"Lalisa!" jennie tampaknya tidak terima akan ucapan sang adik.
"Wae? eonni mengingau sepanjang malam dan terus menyebutkan nama jisoo eonni".

"Memangnya salah jika aku rindu dengan kakakku eoh?" jennie tampaknya tidak mengelak lagi.
"Sama sekali tidak" lisa menjawab mantap.

"Siapa yang rindu eoh?" sosok jisoo muncul dan ikut bergabung.
"Siapa lagi kalau bukan jennie eonni" jawab lisa.

"Ya!".
"Bukan hanya jennie eonni, akupun sama" rose yang sedari tadi diam akhirnya ikut nimbrung.

"Jadi hanya lisa yang tidak rindu padaku?" jisoo menatap tajam ke arah sang adik.
"Ehh bukan begitu eonni~" lisa dibuat gelagapan.

"Hahahaha" jennie dan rose sontak tertawa melihat pemandangan ini.
"Sudah sudah" son ye jin memperingati sebelum terjadi perdebatan yang panjang.

"Mari kita makan" kim hyun bin menambahkan.
"Ne appa" akhirnya makan malam pun dimulai dengan diselingi obrolan ringan seperti biasanya.

Setelah menghabiskan hidangan, mereka memutuskan untuk kembali berkumpul di ruang tengah untuk menonton film bersama.

Jisoo yang merasa lelah memutuskan untuk pamit lebih dulu ke kamarnya.

"Aku pamit ke kamar duluan" ucapnya sambil beranjak dari duduknya.
"Eonni tidak enak badan?" tanya rose.

"Ani, aku hanya mengantuk".
"Arraseo, istirahatlah eonni".

Jisoo mengangguk dan segera melangkah ke arah tangga dan menaikinya satu persatu.

°°°

Pukul satu dini hari, lisa terbangun dari tidurnya karena rasa haus yang amat besar.

Ia memutuskan untuk turun ke dapur untuk mengisi ulang gelasnya yang kosong.

Setelah rasa hausnya hilang, ia kembali menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya.

"Apa aku ke kamar jisoo eonni saja?" lisa tiba-tiba ingin teringat kakak sulungnya.

Tidak menunggu lama, ia memutuskan untuk ke kamar jisoo dna untungnya pintunya tidak terkunci.

"Wa, yeppeo!" lisa tidak bosan-bosannya memuji visual dari jisoo. Ia pun membaringkan tubuhnya persis di samping jisoo dan memeluknya.

Jisoo benar-benar lelah, ia tidak terusik sama sekali dengan pergerakan lisa di sampingnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, lisa kembali tertidur pulas sambil membenamkan wajahnya di celuk leher milik jisoo.

°°°

Sinar matahari pagi perlahan masuk dan mengusik tidur jisoo. Ia menguap dan menggosok matanya menggunakan tangannya.

"Eoh, lisa ya?" setelah membuka kedua matanya dengan sempurna, ia baru menyadari adik bungsunya tengah berada di sampingnya.
"Hoamm" lisa menguap dan mulai membuka matanya perlahan.

Keluarga KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang